KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-Rekapitulasi suara ditingkat KPU Kota Tangerang dalam Pemilu 2019 telah selesai, Rabu (8/5/2019). Hasilnya, pasangan Capres 02 Prabowo-Sandi menang dibanding nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf.
Ketua KPU Kota Tangerang, Ahmad Syailendra mengatakan, hasil perolehan suara untuk Jokowi-Ma'ruf 464.992 suara atau 45,2 persen. Sementara Prabowo-Sandi memperoleh 562.963 atau 54,7 persen.

Menurutnya, perolehan untuk kedua pasangan Capres-Cawapres tersebut berdasarkan hasil rapat pleno rekapitulasi suara ditingkat Kota Tangerang.
"Ini hasil yang dapat dipertanggungjawabkan dan juga dihadiri oleh kedua saksi baik oleh paslon 01 maupun 02," ujar Syailendra.
Sementara itu, Juru Bicara Badan Pemenangan Daerah (BPD) Kota Tangerang Turidi Susanto merasa bersyukur atas perolehan suara tersebut.
Ia mengatakan, hasil tersebut merupakan kerjasama tim pemenangan Prabowo-Sandi sehingga dapat memperoleh suara 54,7 persen.
"Alhamdulillah saya kira ini bagian dari rasa bersyukur kita bahwa Kota Tangerang hari ini dinyatakan pemenang bagi Prabowo-Sandi dalam hitungan manual di KPU dan ini hasil kerja bersama," ujarnya.(MRI/RGI)
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGKementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI mendorong pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) oleh tenaga pendidik dalam metode pembelajaran di ruang kelas lewat program Terpujilah GURU 2026
PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews