Connect With Us

Festival Budaya Kota Tangerang Disebut Hanya Pertunjukkan Bagi Pejabat

Achmad Irfan Fauzi | Jumat, 6 Desember 2019 | 18:48

Festival Budaya Nusantara III di Kota Tangerang. (TangerangNews/2019 / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com—Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Tangerang Andri S. Permana mengkritik teknis penyelenggaraan Festival Budaya Nusantara III di Kota Tangerang.

Menurut Andri, festival kebudayaan yang digelar selama 5-8 Desember 2019 ini sebagai manifestasi keragaman dan keberagaman masyarakat Kota Tangerang.

"Harusnya menjadi wahana untuk rakyat. Bukan sekadar pertunjukkan bagi pejabat," ujarnya kepada TangerangNews, Jumat (6/12/2019).

Penyelenggaraan Festival Budaya Nusantara III yang berlangsung di kawasan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang dikolaborasikan dengan Rakorkomwil Apeksi 2019.

Sebanyak 25 kepala daerah termasuk tuan rumah Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah pun menyaksikan langsung pembukaan Festival Budaya Nusantara III itu.

Namun, kata Andri, festival budaya kali ini hanya menjadi tontonan pejabat. Sebab, seluruh akses kendaraan menuju venue utama festival ditutup.

Sehingga, masyarakat umum sulit menyaksikan momen pembukaan festival pada Kamis (5/12/2019) kemarin.

“Saya mempertanyakan acara tersebut buat kepentingan rakyat atau siapa?" ungkap Andri.

Bahkan, sejumlah anggota DPRD Kota Tangerang termasuk dia lebih memilih untuk tidak menghadiri pembukaan festival.

Baca Juga :

Andri berharap, sulitnya akses kendaraan menuju venue festival yang disebut cacat prosedur ini harus menjadi perhatian untuk dibenahi. Sehingga festival dapat dinikmati seluruh kalangan masyarakat.

“Saya tetap mengapresiasi perhelatan festival kebudayaan sebagai perwujudan trisakti Bung Karno. Tapi, sulitnya akses menuju lokasi kegiatan menjadi catatan bagi kami,” pungkasnya.

Sebelumnya, Festival Budaya Nusantara III ini dibuka Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah. Parade budaya yang diinisiasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang menjadi pembuka rangkaian kegiatan dengan peserta dari sembilan wilayah dan pegawai dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkot Tangerang.

"Pesertanya dari sembilan kota yang tergabung dalam Komisariat Wilayah III APEKSI, dan dua negara tetangga yaitu Malaysia dan Singapura serta dua rombongan dari Benua Eropa yakni Italia dan Belanda, dan teman-teman pegawai," terang Arief dalam pembukaan festival budaya.

Melalui parade yang menyuguhkan akulturasi dari berbagai macam budaya yang ada di Indonesia, Arief menaruh harapan besar terkait pelestarian budaya di Kota Tangerang.

"Semoga Festival Budaya Nusantara III ini dapat memperkaya khasanah budaya Indonesia dan bisa menjadi salah satu ajang dalam melestarikan kebudayaan yang ada di Kota Tangerang, terlebih di Indonesia," imbuhnya.(RMI/HRU)

OPINI
Menagih Integrasi Perencanaan Kota dari Kasus Jalan Teuku Umar

Menagih Integrasi Perencanaan Kota dari Kasus Jalan Teuku Umar

Rabu, 4 November 2026 | 19:24

Pembangunan infrastruktur perkotaan sering kali menjadi panggung paling transparan dalam menguji efektivitas tata kelola pemerintahan daerah. Ruang publik dan fasilitas jalan bukan sekadar struktur fisik dari bahan semen dan aspal

AYO! TANGERANG CERDAS
Ratusan Siswa Ikuti Munsya 2026, Eks Menlu Hassan Wirajuda Dorong Generasi Muda Siap Bersaing 

Ratusan Siswa Ikuti Munsya 2026, Eks Menlu Hassan Wirajuda Dorong Generasi Muda Siap Bersaing 

Minggu, 1 November 2026 | 19:32

Ratusan siswa tingkat SD, SMP, hingga SMA mengikuti Model United Nations Syafana Islamic School (Munsya) 2026 yang digelar di Gedung Ade Kismantoro Secondary pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.

TEKNO
Cegah Serangan Siber PHP2Shell, Pemkot Tangerang Amankan 157 Aplikasi

Cegah Serangan Siber PHP2Shell, Pemkot Tangerang Amankan 157 Aplikasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:21

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memastikan pelayanan publik berbasis digital tetap berjalan lancar. Pemkot juga menjamin seluruh data pribadi masyarakat berada dalam kondisi aman

BANTEN
Pabrik Sepatu di Lebak Tutup hingga PHK 2.000 Buruh, Pungli dan Intimidasi Ormas Disorot

Pabrik Sepatu di Lebak Tutup hingga PHK 2.000 Buruh, Pungli dan Intimidasi Ormas Disorot

Senin, 2 November 2026 | 18:33

Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bertahap yang menimpa sekitar 2.000 pekerja akibat penutupan pabrik sepatu PT Parkland World Indonesia (PWI) 6 di Kabupaten Lebak, Banten, menjadi sinyal bahaya bagi keberlangsungan iklim investasi daerah.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill