10 Kecamatan di Kota Tangerang Kebanjiran, Tinggi Air Lebih dari 1 Meter
Minggu, 8 Maret 2026 | 11:39
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Tangerang sejak Sabtu, 7 Maret 2026 sekitar pukul 21.00 WIB hingga Minggu, 8 Maret 2026, pagi
TANGERANGNEWS.com- Tajur merupakan wilayah di bagian barat daya Ciledug yang berbatasan langsung dengan Tangerang Selatan (Tangsel). Wilayah ini juga dipisahkan oleh Kali Angke yang menjadi batas antara Tajur dan Sudimara Pinang.
Dalam buku berjudul Melacak Asal Muasal Kampung di Kota Tangerang, penulis Burhanudin mengulas asal-usul sejumlah nama kampung di wilayah Kecamatan Ciledug, khususnya di Kelurahan Tajur dan sekitarnya.
Menurut kamus Sunda, kata “tajur” berarti kebun atau ladang yang biasa digunakan untuk bercocok tanam.
Penamaan tersebut berkaitan dengan kondisi wilayah yang pada masa lalu banyak dimanfaatkan sebagai lahan perkebunan.
Dalam banyak penamaan kampung di wilayah tersebut, istilah yang berkaitan dengan kondisi tanah atau lahan memang sering digunakan.
Beberapa istilah yang dikenal antara lain tegal, talun, kebon, sawah atau serang, huma, bera, lapang hingga bubulak yang menggambarkan karakter lahan pada masa itu.
Burhanudin menjelaskan, banyak desa terbentuk pada masa yang relatif baru sehingga istilah seperti tajur yang berarti tanah yang ditanami, atau kata “baru” yang merujuk pada lahan penggarapan baru, sering digunakan sebagai nama wilayah.
Menurutnya, kawasan Tajur pada masa lalu merupakan wilayah perkebunan yang ditanami berbagai tanaman seperti singkong, rambutan hingga durian.
Kondisi tanah daratan yang subur membuat daerah tersebut cocok dijadikan area pertanian dan perkebunan.
Pada masa kolonial Belanda, wilayah Tajur juga diketahui pernah dimanfaatkan sebagai lokasi persemaian sekaligus perkebunan karet.
Selain makna yang berasal dari bahasa Sunda, terdapat pula penafsiran lain mengenai asal-usul nama Tajur yang berkaitan dengan karakter masyarakatnya.
"Dahulu orang di kampung ini taat dalam beribadah, taat menjalankan agama Islam. Warganya juga jujur, makanya disebut orang Tajur yang artinya orang yang taat dan jujur. Dengan begitu Tajur berasal dari singkatan taat dan jujur yang mencerminkan perilaku masyarakatnya," kata Burhanudin.
Di wilayah Tajur terdapat sejumlah kampung yang memiliki cerita penamaan tersendiri. Salah satunya adalah Kampung Duren Sawit yang dahulu dikenal sebagai daerah dengan banyak pohon durian.
Durian yang tumbuh di wilayah tersebut memiliki ukuran relatif kecil dibandingkan durian pada umumnya.
Karena ukurannya kecil, masyarakat kemudian mengibaratkannya seperti buah sawit sehingga kampung tersebut dikenal dengan nama Duren Sawit.
"Di wilayah duren sawit ini dulunya banyak ditemukan pohon durian. Meskipun duriannya kecil-kecil rasanya tetap manis," ujarnya.
Selain itu, terdapat pula Kampung Ciputat yang berada di perbatasan dengan Kelurahan Sudimara Selatan di bagian timur dan Sudimara Pinang di bagian barat.
Adapun nama Ciputat berasal dari banyaknya pohon putat yang dahulu tumbuh di sepanjang tepian Kali Angke yang membentang dari Kampung Tajur hingga Kampung Dukuh.
Karena pohon tersebut tumbuh di dekat sumber air, kampung ini kemudian disebut Ciputat yang berarti pohon putat yang hidup di dekat air.
Burhanudin menjelaskan, pohon putat termasuk jenis pohon yang kini cukup jarang ditemukan.
Pohon ini memiliki daun yang lebar dan dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian sekitar 28 meter dengan bentuk tajuk menyerupai payung sehingga sering dimanfaatkan sebagai pohon peneduh.
Ia menjelaskan, daun putat berbentuk bujur, panjang dan tebal dengan tepi bergerigi kecil. Daun mudanya berwarna merah keunguan sementara daun yang lebih tua berwarna hijau tua dan cukup tebal.
"Bunganya mempunyai empat kelopak yang di dalamnya kelopak terdapat pula banyak stamen yang berbulu panjang berwarna merah jambu. Bunga putat kecil ukurannya kurang lebih lima sentimeter, ia tumbuh secara berjuntai dari dahannya. Buah putat berbentuk bulat membujur seperti buah kedondong dengan warna buahnya hijau kemerahan dan bijinya besar dan keras," tutupnya.
TODAY TAGHujan deras yang mengguyur wilayah Kota Tangerang sejak Sabtu, 7 Maret 2026 sekitar pukul 21.00 WIB hingga Minggu, 8 Maret 2026, pagi
Ketegangan di Timur Tengah kembali memasuki fase paling berbahaya ketika serangan udara terkoordinasi yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel diarahkan ke target strategis di Iran.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyatakan untuk mundur dari keanggotaan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) apabila keberadaan Indonesia di forum tersebut tidak memberikan manfaat bagi perjuangan kemerdekaan Palestina.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews