Connect With Us

Pemprov Banten Kucurkan Rp4,8 Miliar Perbaiki Jalan Desa di Pandeglang

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 20 April 2026 | 20:47

Gubernur Banten Andra Soni saat meninjau jalan rusak di Desa Ciandur, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, Senin 20 April 2026. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan kembali memperbaiki jalan desa di wilayahnya melalui program Banten Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra).

Kali ini program tersebut menyasar jalan rusak di Desa Ciandur, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten Arlan Marzan menyampaikan, ruas jalan Polsek Saketi-Pematang pada tahun 2026 akan dibangun sepanjang 1,6 KM, dengan lebar 4 meter menggunakan kontruksi beton.

"Memang kerusakan jalan ini sekitar 2,8 KM, tadi kita juga lihat ada beberapa segmen yang hotmix yang masih layak. Tahun ini kita akan bangun sepanjang 1,6 KM dengan anggaran Rp4,8 miliar. Kita fokuskan pada ruas yang kerusakannya paling parah supaya lebih efektif dan targetnya lebih cepat tercapai," ungkap Arlan, Senin 20 April 2026.

Meski demikian, Arlan menuturkan Pemprov Banten akan melanjutkan pembangunan ruas jalan tersebut sehingga menghubungkan hingga Desa Majau, Kecamatan Saketi.

"Jadi nanti tahun depan, tadi arahan Pak Gubernur Banten akan dilanjutkan sekitar satu kilometer lagi, sehingga secara manfaat akan lebih optimal kalau sudah jalannya terhubung semua," ujarnya.

Sementara, Gubenur Banten Andra Soni mengatakan program pembangunan jalan desa melalui Bang Andra menjadi salah satu upaya mendorong pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah pedesaan.

Menurutnya, selama ini pembangunan di desa masih menghadapi keterbatasan, terutama karena hanya mengandalkan dana desa. Sementara kebutuhan pembangunan infrastruktur seperti jalan yang cukup memadai.

“Dengan mobilitas masyarakat yang semakin tinggi, apalagi di wilayah yang dekat dengan pusat keramaian, tentu pembangunan jalan desa menjadi tantangan tersendiri jika hanya mengandalkan dana desa,” katanya.

Melalui Bang Andra, Pemprov Banten hadir untuk mempercepat pembangunan jalan desa secara bertahap dan berkelanjutan.

“Insya Allah jalan ini akan dibangun mulai dari polsek sampai terhubung ke Maja. Kita kerjakan secara bertahap karena panjang jalan desa yang harus ditangani cukup banyak,” imbuhnya.

Andra Soni juga mengingatkan masyarakat untuk bersabar selama proses pembangunan berlangsung. Mengingat konstruksi jalan beton membutuhkan waktu untuk mencapai kekuatan maksimal.

“Membangun jalan beton itu perlu waktu kurang lebih sekitar 28 hari untuk benar-benar kering dan kuat,” jelasnya.

Andra Soni juga meminta peran aktif pemerintah desa dan masyarakat dalam menjaga kualitas hasil pembangunan. Di antaranya pada saat proses pengerjaan untuk tidak dilalui kendaraan terlebih dahulu.

“Nanti kalau sudah terhubung, kendaraan masyarakat akan lebih awet, tidak mudah rusak karena kondisi jalan yang baik,” katanya.

Umiyah, 44, warga Desa Ciandur, menyambut soal rencana pembangunan jalan desa antara ruas Polsek Saketi-Pematang.

Ia berharap dengan dibangunnya jalan desa tersebut nantinya dapat mempermudah aktivitas masyarakat. Terlebih, keadaan jalan sebelumnya yang sangat mengkhawatirkan pada saat musim penghujan.

"Semoga jalannya bagus, enak saat bawa kendaraan sama biar enggak kepeleset lagi karena jalannya rusak, semoga cepat dibangun," katanya.

OPINI
Mengapa Mengurus Negara Butuh Lebih dari Sekadar Nyali?

Mengapa Mengurus Negara Butuh Lebih dari Sekadar Nyali?

Senin, 20 April 2026 | 19:56

-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".

NASIONAL
Pertamina Evaluasi Soal Kenaikan Harga Pertamax dan Pertamax Green 

Pertamina Evaluasi Soal Kenaikan Harga Pertamax dan Pertamax Green 

Senin, 20 April 2026 | 07:56

PT Pertamina Patra Niaga menyatakan masih melakukan evaluasi terkait kemungkinan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green.

KOTA TANGERANG
Satpol PP Kota Tangerang Gerebek Tempat Prostitusi di Pasar Induk Tanah Tinggi

Satpol PP Kota Tangerang Gerebek Tempat Prostitusi di Pasar Induk Tanah Tinggi

Senin, 20 April 2026 | 21:24

Petugas Satpol PP Kota Tangerang menggerebek sebuah warung di kawasan Pasar Induk Tanah Tinggi yang disinyalir kerap menjadi lokasi peredaran minuman keras dan aktivitas prostitusi.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill