TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menggelar Program Beasiswa Tangerang Gemilang untuk pendidikan ke Perguruan Tinggi jenjang Strata-1 (S1).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Soma Atmaja mengatakan pihaknya menyediakan kuota sebanyak 679 untuk masyarakat yang ada di wilayahnya agar bila melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi.
"Jumlah kuota tahun ini 679 kuota. Jauh daripada tahun sebelumnya, tahun kemarin baru 235," ujarnya, pada Kamis 23 April 2026.
Adapun dana yang dialokasikn untuk ratusan mahasiswa tersebut mencapai Rp25,5 Miliar dari APBD 2026.
"Tahun ini Rp22 Miliar dan di ABT ditambah Rp3,5 Miliar, jadi totalnya Rp25,5 Miliar," tutur Soma.
Ia menjelaskan 679 peserta yang diterima tersebut dapat mendaftar di 33 Universitas.
Rincinnya meliputi Swiss German University, IPB University, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Al Azhar Kairo Mesir, Universitas Prasetya Mulya, Universitas Muhamadiyah Tangerang, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Universitas Islam Syekh-Yusuf, Institut Teknologi Indonesia, dan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.
Lalu ada Universitas Muhammadiyah A.R. Fachrudin, Universitas Pamulang, Universitas Yatsi Madani, Tanri Abeng University, Universitas Raharja, Universitas Pradita, Universitas Salakanagara, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ppi, Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, dan Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD.
Selain itu ada, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjajaran, Universitas Esa Unggul, Universitas Tangerang Raya, Universitas Pramita, Universitas Cendekia Abditama, Universitas Insan, Pembangunan Indonesia, STISNU, Nusantara Tangerang, Universitas Dharma Indonesia, Universitas Terbuka Serang, Politeknik Pelayaran Banten, Yarsi Pratama University hingga Politeknik Yusuf Mansur.
"Insyaallah kita juga sekolahkan ke luar negeri seperti ke Mesir, mungkin tahun depan insya Allah ke China," jelasnya.
Soma berharap, program Beasiswa Tangerang Gemilang ini akan terus dilakukan untuk tahun-tahun kedepan.
Menurutnya, pendidikan menjadi kunci untuk mengentaskan permasalahan kemiskinan yang ada di Kabupaten Tangerang.
"Ini menjadi gagasan yang harus terus bergulir, karena sekali lagi, tidak ada cara instan untuk menghapus kemiskinan selain dengan pendidikan," tutupnya.