Connect With Us

Bikin Anak Rajin Belajar, Ustaz di Tangerang Jadi Badut Syariah

Achmad Irfan Fauzi | Kamis, 6 Februari 2020 | 14:53

Ustadz Yahya Eduward Hendrawan mejadi badut saat mengajar ngaji Kamis (6/2/2020). (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com—Berbagai cara dilakukan para pengajar untuk memotivasi anak didiknya rajin belajar.

Seperti Yahya Eduward Hendrawan. Ustaz yang merupakan warga RT8/4, Kelurahan Sudimara Pinang, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang ini rela menjadi badut untuk menstimulus anak-anak rajin belajar.

Pria penceramah ini kesehariannya mengajar anak-anak mengaji di Yayasan Panti Asuhan Darussalam An'nur, kawasan Pinang, Kota Tangerang. Alasannya mengajar sambil berkostum badut tak lain untuk memotivasi anak didiknya.

"Saya begini untuk menghibur sekaligus mengajarkan. Persepsi orang umumnya badut itu hanya menghibur dan materi. Tapi kalau saya enggak. Ada akhlak yang saya tanamkan kepada anak-anak supaya teringat di memorinya," ujar dia kepada TangerangNews, Kamis (6/2/2020).

Berdakwah dan mengajar ngaji sambil berkostum badut sudah dilakukan Yahya selama 10 tahun. Yahya mengatakan, awalnya keluarga tak terima bila ia membuka jasa 'Badut Syariah'.

Namun, kata Yahya, karena pemahaman yang diberikan dan ingin menjadi pembeda dari yang lain, akhirnya keluarga menyetujuinya.

	Ustadz Yahya Eduward Hendrawan mejadi badut saat mengajar ngaji Kamis (6/2/2020).

"Sekarang saya ini mirip Haji Rhoma Irama. Kalau dia berdakwah melalui dangdut, tapi saya berdakwah berkostum badut," ungkapnya.

Yahya saat ini memiliki dua anak. Salah satu anaknya, Mirza berusia 3,5 tahun, kerap ikut Yahya mengajar ngaji. Uniknya, Mirza juga turut dipersolek menjadi badut disaat mendampingi ayahnya. Ketika berkostum, Mirza disebut Bacil 'Badut Cilik'.

"Kalau Bacil memang dia ngaji di sini. Kalau saya berkostum badut, dia ikutan. Jadi, saya ngajak Bacil ini kalau ngajar di yayasan dia mengaji. Sambil memotivasi anak-anak yang takut jadi enggak takut," tuturnya.

Dalam berdakwah, Yahya menekankan pesan-pesan tentang akhlak kepada anak-anak didiknya. Akhlak, kata dia, harus ditanamkan sejak dini.

Yahya mengaku mengajar tak serta-merta mencari materi. Bahkan saat ini, Yahya setiap Jumat bersama komunitas badut tengah gencar melaksanakan program Gemar Membaca, dengan berkeliling ke kampung-kampung di kawasan Sudimara.

Yahya menyebut, belum ada dukungan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang ihwal program ini. Padahal Pemkot juga saat ini sedang gencar-gencarnya membentuk kampung tematik.

"Saya juga sekarang lagi berupaya membangun Kampung Iqra. Doakan semoga terealisasi," ucapnya.

Untuk profesi badut, Yahya mengaku kerap memenuhi panggilan untuk memghibur dan mengajar di sejumlah daerah dalam Badut Syariah. Sekali memenuhi undangan, Yahya kerap dibayar Rp500 ribu.

"Alhamdulillah, untuk rezeki saya seperti ini selalu dilancarkan. Selain memenuhi undangan acara ulang tahun, saya juga ahli mendekorasi acara. Semoga jalan saya selalu dimudahkan," pungkasnya. (RAZ/RAC)

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

BISNIS
UMKM Bisa Buka Stand Bazar Gratis di MTQ XXIII Banten

UMKM Bisa Buka Stand Bazar Gratis di MTQ XXIII Banten

Kamis, 9 Juli 2026 | 18:10

Pelaku usaha mikro kecil dan menengah menengah (UMKM) yang hendak berjualan atau memamerkan produknya, dapat membuka stan tanpa biaya sewa di event Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXIII Provinsi Banten tahun 2026.

BANTEN
Perbaikan Ruas Jalan Teluknaga–Dadap Tangerang Telan Rp17 Miliar APBD Banten

Perbaikan Ruas Jalan Teluknaga–Dadap Tangerang Telan Rp17 Miliar APBD Banten

Selasa, 14 Juli 2026 | 19:28

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten tengah melakukan rekonstruksi pada ruas Jalan Teluknaga–Dadap, Kabupaten Tangerang yang kondisiya rusak parah hingga kerap dikeluhkan masyarakat.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill