Connect With Us

28 Warga Pinang Terjangkit Chikungunya, PMI Bergerak

Achmad Irfan Fauzi | Rabu, 19 Februari 2020 | 18:30

Petugas PMI memberikan penyuluhan kepada warga ihwal antisipasi penyakit Cikungunya. (TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com– Ketua PMI Kecamatan Pinang Mumu Rohimu menyebut, 28 warga di Kelurahan Pinang terjangkit penyakit Chikungunya.

Mengantisipasi penyakit yang dipicu gigitan nyamuk aedes aegypti itu meluas, petugas PMI langsung terjun ke lokasi, Rabu (19/2/2020).

Mereka melakukan penyuluhan kepada warga tentang gerakan 3M Plus dan penyemprotan fogging di pemukiman RT8/1, Kelurahan Pinang Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. 

Petugas PMI saat melakukan penyemprotan fogging di pemukiman RT8/1, Kelurahan Pinang Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.

Mumu mengatakan, aksi ini dilakukan untuk memberantas bibit-bibit nyamuk jenis aedes aegypti. 

“Ini inisiatif kami karena sudah ada beberapa warga yang kena Cikungunya karena gejala-gejalanya seperti meriang, bintik-bintik di bagaian tubuh dan badan yang terasa ngilu,” ungkapnya. 

Ia mengatakan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Puskesmas setempat untuk menindaklanjuti temuan warga terkena penyakit itu. 

"Sekarang kita bersama -sama masyarakat mulai dari keluarga menggalakkan hidup bersih dan sehat, kebersihan lingkungan dari genangan air tempat perkembangan nyamuk," jelas dia. 

Ia menyarankan bagi warga untuk gencar melakukan gerakan 3M Plus, yakni menguras atau membersihkan tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air, dan mendaur ulang barang-barang bekas. 

"Kami juga sudah lakukan fogging demi mengantisipasi meluasnya penyakit ini," katanya. 

Warga terdampak, Ari mengatakan bahwa ia sudah tiga hari mengalami gejala-gejala penyakit Cikungunya. Ia berharap ada perhatian khusus dari pemerintah untuk menanggulangi penyakit ini. 

“Ya, saya merasa sakit di seluruh badan dan ngilu bahkan saya sudah berobat. Saat ini saya hanya meminum obat saja setelah saya periksa. Namun saya belum cek ke rumah sakit ataupun lab jadi masih belum ketauan hasilnya apa," pungkasnya.(RMI/HRU)

WISATA
PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

Kamis, 3 September 2026 | 10:45

PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.

TANGSEL
Tangsel Hanya Terapkan PJJ Sehari Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Tangsel Hanya Terapkan PJJ Sehari Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Senin, 7 September 2026 | 18:22

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) turut memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Belajar dari Rumah (BDR) sementara waktu bagi seluruh satuan pendidikan.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

BANTEN
Proyek PSEL Serang Raya Mulai Dibangun Akhir 2026, Kapasitas 1.161 Ton Sampah Per Hari

Proyek PSEL Serang Raya Mulai Dibangun Akhir 2026, Kapasitas 1.161 Ton Sampah Per Hari

Senin, 7 September 2026 | 21:04

Gubernur Banten Andra Soni memastikan proyek strategis nasional Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Serang Raya mulai dibangun pada akhir tahun 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill