Connect With Us

Dinsos Kota Tangerang Bantu Warga Bekasi yang Hidup Sebatang Kara

Achmad Irfan Fauzi | Selasa, 2 Februari 2021 | 17:09

Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang saat mendatangi kediaman Erwin Syahputra Aritonang yang dikabarkan sedang sakit tinggal di Simpang Tujuh RT 1/1, Karangsari, Kota Tangerang. (TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com—Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang melakukan penanganan kepada Erwin Syahputra Aritonang, warga yang hidup sebatang kara. 

 

Erwin yang memiliki kartu tanda penduduk (KTP) Bekasi, namun tinggal di Simpang Tujuh RT 1/1, Karangsari, Kota Tangerang langsung dibawa petugas Dinsos ke Puskesmas Batuceper untuk mendapatkan penanganan awal. 

 

"Dengan situasi ini, semua tim bergerak. Ada yang melapor dan mendalami terkait keberadaan Erwin melalui RT dan warga setempat. Ada pula tim yang bergerak bersama Puskesmas Batuceper untuk melakukan pengecekan kesehatan dan penanganan sementara," ungkap Kepala Dinsos Kota Tangerang Suli Rosadi, Selasa (2/2/2021). 

 

Suli mengatakan, saat dirawat di Puskesmas Batuceper kondisi Erwin tidak kunjung membaik. Sehingga pihaknya merujuk Erwin ke RS Arrahman. 

"Saat dirujuk, kondisinya berangsur membaik. Namun masih membutuhkan penanganan yang intensif. Tim Dinsos dan Dinkes, masih terus memantau dan menunggu perkembangan lanjutan," katanya. 

 

Kepala Puskesmas Batuceper, Iradani Yupita menambahkan, saat ditangani di IGD Batuceper, pria 55 tahun ini dalam kondisi sesak nafas dan lemas. Namun, hasil rapid test dan rapid antigennya dinyatakan non reaktif. 

 

"Kondisi yang terus melemah itu yang membuat Puskesmas Batuceper melakukan upaya rujukan ke RS Arrahman. Dia (Erwin) diduga mengalami tumor hati disertai paru-paru basah," pungkasnya.

BANDARA
Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:58

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyinggung penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik yang dinilainya masih kalah dominan dibandingkan bahasa Inggris.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

OPINI
Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:29

Bagi sebagian guru, kata “supervisi” masih terdengar seperti jadwal ujian: tegang, penuh persiapan dadakan, lalu lega ketika selesai. Padahal supervisi dirancang untuk membantu guru bertumbuh. Jika hanya berhenti pada pengisian instrumen

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill