Tagihan Listrik Membengkak Meski Tarif Tak Naik, PLN Ungkap Penyebabnya
Jumat, 15 Mei 2026 | 11:21
PT PLN (Persero) menjelaskan penyebab tagihan listrik pelanggan yang kerap berubah meski tarif dasar listrik tidak mengalami kenaikan sejak Juli 2022.
TANGERANGNEWS.com-Forum kominkasi pimpinan daerah Kota Tangerang menggelar patroli pengamanan sekaligus operasi protokol kesehatan COVID-19 ke sejumlah vihara pada malam perayaan tahun baru Imlek, Kamis (11/2/2021).
Patroli itu menyisir tiga vihara besar yakni Vihara Boen Tek Bio, Nimalla dan Yan Sen Bio.
Hal tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi keamanan di malam perayaan tahun baru imlek ini sekaligus penerapan protokol kesehatan COVID-19 kepada jemaat.
Pemerintah Kota Tangerang tidak melarang jemaat untuk melakukan ibadat persembahyangan di tengah pemberlakuan ppkm mikro. Namun jumlah jemaat dibatasi serta difasilitasi sembahyang secara daring.
Wali Kota Tangerang, Arief Wismansyah mengatakan, persiapan pengamanan sudah dilakukan secara bersama dengan unsur TNI Polri untuk memberikan rasa aman dan dipastikan situasi kondusif serta pengurus vihara menerapkan protokol kesehatan kepada jemaat.
Sementara itu, jemaat yang hadir untuk bersembahyang berdoa agar pandemi COVID-19 segera berakhir. Pasalnya ada perbedaan pada perayaan imlek tahun ini. Dimana mereka tidak dapat saling mengunjungi dan hanya berkomunikasi secara daring.
“Ketat sekali penerapan protokol kesehatannya saat ini. Selain harus menggunakan masker ya kami juga bersembahyang secara bergiliran untuk hindari kerumunan,” kata Shita Dewi salah seorang jemaat. (RED/RAC)
PT PLN (Persero) menjelaskan penyebab tagihan listrik pelanggan yang kerap berubah meski tarif dasar listrik tidak mengalami kenaikan sejak Juli 2022.
TODAY TAGKementerian Agama RI akan melakukan pemantauan hilal awal Zulhijah 1447 Hijriah di 88 titik yang tersebar di seluruh Indonesia pada 17 Mei 2026.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews