Wali Kota Tangerang, Arief Wismansyah bersama sejumlah petugas patroli untuk pengamanan perayaan malam tahun baru imlek di salah satu vihara, Kamis (11/2/2021). (@TangerangNews / Istimewa)
TANGERANGNEWS.com-Forum kominkasi pimpinan daerah Kota Tangerang menggelar patroli pengamanan sekaligus operasi protokol kesehatan COVID-19 ke sejumlah vihara pada malam perayaan tahun baru Imlek, Kamis (11/2/2021).
Patroli itu menyisir tiga vihara besar yakni Vihara Boen Tek Bio, Nimalla dan Yan Sen Bio.
Hal tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi keamanan di malam perayaan tahun baru imlek ini sekaligus penerapan protokol kesehatan COVID-19 kepada jemaat.
Pemerintah Kota Tangerang tidak melarang jemaat untuk melakukan ibadat persembahyangan di tengah pemberlakuan ppkm mikro. Namun jumlah jemaat dibatasi serta difasilitasi sembahyang secara daring.
Wali Kota Tangerang, Arief Wismansyah mengatakan, persiapan pengamanan sudah dilakukan secara bersama dengan unsur TNI Polri untuk memberikan rasa aman dan dipastikan situasi kondusif serta pengurus vihara menerapkan protokol kesehatan kepada jemaat.
Sementara itu, jemaat yang hadir untuk bersembahyang berdoa agar pandemi COVID-19 segera berakhir. Pasalnya ada perbedaan pada perayaan imlek tahun ini. Dimana mereka tidak dapat saling mengunjungi dan hanya berkomunikasi secara daring.
“Ketat sekali penerapan protokol kesehatannya saat ini. Selain harus menggunakan masker ya kami juga bersembahyang secara bergiliran untuk hindari kerumunan,” kata Shita Dewi salah seorang jemaat. (RED/RAC)
Persita Tangerang berhasil mengalahkan Borneo FC dengan skor 2-0 pada pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026 dalam laga yang berlangsung di Indomilk Arena, Jumat, 9 Januari 2026, lalu.
Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
Kawasan Paramount Gading Serpong tidak hanya dikembangkan sebagai kawasan hunian, wilayah ini dirancang dengan konsep terpadu yang mencakup area komersial, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga ruang publik penunjang aktivitas masyarakat.
Musisi asal Gunung Kawi, Matoha Mino, merilis lagu berjudul Gunung Kawi sebagai bentuk respons terhadap persepsi yang menurutnya keliru dan telah lama berkembang di masyarakat terkait stigma tentang Gunung Kawi
""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""