Banjir di pemukiman Ciledug Indah, Kota Tangerang. (TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)
TANGERANGNEWS.com—Pemukiman di Ciledug Indah, Kota Tangerang terendam banjir. Bahkan, air mengalir cukup deras di pemukiman tersebut, , Sabtu (20/2/2021).
Nanda, warga setempat mengatakan, ketinggian banjir di kawasannya mencapai 150 sentimeter.
"Kalau ditempat saya itu ketinggiannya 150 sentimeter lebih. Itu terus naik, di sini ada dua komplek kira-kira ratusan rumah," ujarnya.
Menurutnya, ada ratusan rumah yang terdampak banjir.
"Pebyebab dari luapan Kali Angke dan hujan dari jam 12 malam sampai jam 4 pagi," ungkapnya.
Nanda menambahkan, warga memilih mengungsi di jalan raya. Sebab lokasi tersebut dinilai lebih aman.
Sedangkan Nanda sendiri mengaku memilih mengungsi secara mandiri.
"Menggungsi sendiri, mungkin ke daerah lebih kering. Tapi ada juga yang ngungsi mandiri di rumahnya," tuturnya.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang Febi Darmawan mengatakan, terdapat 30 personel yang diterjunkan untuk mengevakuasi warga.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Kabar gembira bagi masyarakat yang tengah berburu hunian layak dan terjangkau di Banten. Kawasan kota mandiri terbaru, Hunian Warisan Bangsa (HWB) Serang kini hadir untuk menjawab kebutuhan tempat tinggal para pekerja
Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) bersama Polresta Bandara Soetta membongkar jaringan laboratorium gelap (clandestine lab) atau industri rumahan peracikan cairan etomidate.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyatakan ketersediaan energi listrik di wilayahnya saat ini berada dalam kondisi surplus sebesar 30 persen dari total kapasitas daya tampung pemakaian.
""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""