KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-Para aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mulai kembali bekerja seusai libur Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah.
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah menekankan berbagai permasalahan perkotaan yang dihadapi harus segera diselesaikan.
Salah satunya menuntaskan persoalan banjir dan genangan akibat hujan lebat yang terjadi di penghujung Ramadan dan momen libur Idul Fitri lalu.
"Sebagian besar terjadi di titik yang menjadi kewenangan provinsi atau pemerintah pusat," ujarnya dalam apel pegawai di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Senin 9 Mei 2022.
Arief menyebut, kalau perlu bersurat setiap hari agar bisa segera ditangani. "Supaya titik permasalahan di wilayah bisa segera teratasi," ujarnya.
Dalam arahannya juga, kata Arief, momentum Lebaran harus menjadi semangat baru dalam menjalankan tugas sebagai pelayanan masyarakat.
"Kembali melaksanakan fitrah kita sebagai ASN yang melayani masyarakat," ucapnya.
Arief menambahkan momen Ramadan dan Idul Fitri memberikan banyak pelajaran bagi jajaran Pemkot Tangerang khususnya di bidang ketertiban dan keamanan masyarakat.
"Terlebih di kalangan remaja yang perlu mendapat perhatian dalam rangka mempersiapkan generasi muda Kota Tangerang yang unggul dan berakhlak mulia," bebernya.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGPergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.
VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan open house dengan konsep berbeda melalui “Big Days, Open Doors”.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews