Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan
Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TANGERANGNEWS.com-Jalan yang melewati saluran drainase di Perumahan Puri Pamulang, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), amblas pada Rabu 4 April 2022.
Berdasarkan informasi, Jalan Raya Puri Pamulang itu tiba-tiba amblas ketika dilewati truk pengangkut material pasir milik Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi Kota Tangsel.
Diduga kondisi jalan itu telah tergerus arus banjir yang meredam wilayah tersebut pada Jumat 29 April dan Senin 1 Mei 2022.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangerang Selatan Uci Sanusi mengatakan, pasca amblas jalan tersebut langsung diperbaiki oleh pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
"Ya saat ini oleh Dinas PU sedang ditangani, untuk dilakukan perbaikan," kata Uci seperti dilansir dari Sindonews, Rabu 4 Mei 2022.

Dampak amblasnya jalan juga tidak mengganggu aktifitas warga, karena masih ada jalan di sebelahnya yang bisa dilewati. "Akses tetap bisa dilalui, tidak mengganggu aktivitas," ucapnya.
Menurut Uci, saat jalanan amblas hanya ada truk pengangkut pasir yang melintas, tidak ada kendaraan lain. Sehingga tidak ada korban dalam kejadian itu.
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TODAY TAGMenyikapi perkembangan situasi di Riyadh, Arab Saudi, Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Kota Tangerang memastikan operasional penerbangan langsung menuju Jeddah dan Madinah hingga saat ini tetap berjalan normal dan lancar.
Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews