Connect With Us

KDRT Di Kota Tangerang Meningkat 10-20 Persen

| Jumat, 14 Januari 2011 | 18:11

ilustrasi Korban KDRT (tangerangnews / dens)

TANGERANGNEWS-Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang terjadi di wilayah Kota Tangerang mengalami peningkatan antara 10 hingga 20 persen setiap tahunnya. Berdasarkan data dari Unit Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Reskrim Polres Metro Kota Tangerang, pada tahun 2010 kemarin saja tercatat ada 250 kekerasan, naik 20 persen dari tahun 2009 lalu.

Menurut, Kanit PPA Reskrim Polres Metro Kota Tangerang AKP Yusliansyah, kasus KDRT yang dilaporkan ke unitnya kebanyakan berupa kekerasan suami terhadap istri. Sedangkan sisanya terhadap anak dan ada juga istri terhadap suami. “Untuk motifnya lebih dominan kepada masalah ekonomi. Tiap tahun grafik KDRT ini naik antara 10-20 persen,” katanya, Jumat (14/1).

Yuliansyah mengungkapkan, KDRT yang terjadi dapat dipicu oleh banyak faktor, diantaranya faktor ekonomi, pendidikan yang rendah, cemburu dan bisa juga disebabkan adanya salah satu orang tua dari kedua belah pihak yang ikut ambil andil dalam sebuah rumah tangga. "Namun ada beberapa juga KDRT terjadi karena dipicu oleh minuman keras, tapi tidak banyak,” tandasnya.

Selain KDRT, Ia mengungkapkan bahwa jumlah kasus asusila tahun kemarin juga mengalami peningkatan. Rata-rata kasus asusila terhadap anak dibawah umur. Pihaknya sendiri telah berhasil menangkap para pelaku asusila tersebut. “Ada sedikit peningkatan tapi tidak besar.," ujarnya.

Sementara itu Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana(BPMKB) Pemerintah Kota Tangerang mengklaim telah berhasil menangani sebanyak  70 kasus KDRT di Kota Tangerang secara kekeluargaan. "Berdasarkan data kita ada 70 kasus KDRT berhasil diselesaikan," ujar Sekretasi BPMKB Kota Tangerang Ahsan Annahar.

Menurutnya, permasalahan KDRT menjadi hal serius, karena bersentuhan langsung dengan fisik dan diperlukan juga sebuah pengkajian untuk dapat menuntaskan permasalahan yang terjadi.  “Kita harus menggali berbagai informasi atau keterangan dari pihak terkait, sebab dengan adanya informasi yang jelas tentunya solusi akan didapatkan. Untuk pihak yang merasa dirugikan juga harus mendapatkan perlindungan yang ekstra,”papar Ahsan.

Untuk itu, pihaknya terus memberikan solusi yang terbaik kepad pihak pelapor maupun pihak terlapor agar nantinya semua permasalahan bisa diatasi dan tidak terulang lagi. "Kita selalu lakukan mediasi ainata keudanya untuk memahami masalah tersebut.  Selain itu shock therapy juga kami lakukan,” pungkas mantan Kabag Humas dan Protokoler Pemkot Tangerang ini.(rangga)

BANDARA
Batal Terbang di Bandara Soetta Imbas Abu Vulkanik, 7 Mahasiswi Malah Kena Tipu Beli Tiket Bus via TikTok

Batal Terbang di Bandara Soetta Imbas Abu Vulkanik, 7 Mahasiswi Malah Kena Tipu Beli Tiket Bus via TikTok

Rabu, 9 September 2026 | 17:50

Tujuh mahasiswi asal Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) jadi korban penipuan agen tiket bus bodong di media sosial.

SPORT
Pastikan Kelancaran MotoGP Mandalika 2026, PLN Siapkan 500 Personel dan Sistem Listrik Berlapis

Pastikan Kelancaran MotoGP Mandalika 2026, PLN Siapkan 500 Personel dan Sistem Listrik Berlapis

Senin, 14 September 2026 | 11:09

PT PLN (Persero) menyiapkan sistem kelistrikan berlapis untuk mendukung pelaksanaan MotoGP 2026 di Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada 9–11 Oktober 2026.

AYO! TANGERANG CERDAS
Open Day Syafana Islamic School Banjir Orangtua, Hampir 1.000 Calon Siswa Sudah Daftar

Open Day Syafana Islamic School Banjir Orangtua, Hampir 1.000 Calon Siswa Sudah Daftar

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:53

Antusiasme orangtua untuk menyekolahkan anaknya di Syafana Islamic School terbilang tinggi. Hingga Open Day tahun ajaran 2027-2028 digelar, hampir 1.000 calon siswa telah mendaftarkan diri secara online.

KAB. TANGERANG
485.395 Pekerja di Kabupaten Tangerang Belum Terlindungi Jamsostek, Sektor Konstruksi Jadi Sorotan

485.395 Pekerja di Kabupaten Tangerang Belum Terlindungi Jamsostek, Sektor Konstruksi Jadi Sorotan

Selasa, 15 September 2026 | 22:15

Di tengah upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memperluas jaminan sosial, tercatat masih ada sekitar 485.395 pekerja yang belum terdaftar dalam program Jamsostek.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill