Peringati HAN 2026, Hotel Santika Indonesia Ajak 43 Anak Jadi General Manager Sehari
Rabu, 29 Juli 2026 | 16:10
Santika Indonesia Hotels & Resorts kembali menggelar program GM For A Day 2026 dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional.
TANGERANGNEWS.com-Antrean panjang pembeli Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite selalu terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Tangerang.
Meskipun membosankan, warga tetap rela menunggu lama dalam antrean panjang untuk bisa mengisi kendaraannya dengan Pertalite yang masih dibanderol seharga Rp 7.650 per liter ini.
Petugas SPBU di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Tangerang, menyarankan para pengendara untuk membeli Pertalite pada siang hari, jika ingin menghindari antrean panjang.
"Saran saya kalau mau beli siang saja, karena antrenya enggak panjang. Kalau pun siang antre, paling hanya delapan motor," ujar petugas SPBU yang enggan disebut namanya, Rabu 10 Agustus 2022.
Ia mengungkapkan, belakangan ini antrean panjang memang selalu terjadi pada pengisian BBM jenis Pertalite terutama pada pagi, sore, dan malam hari. Antrean, katanya, dialami pengisi Pertalite baik dari pengguna sepeda motor maupun minibus.
"Setiap hari memang gini (antre panjang). Makanya kalau siang tidak begitu antre," katanya.
Ia mengaku tidak mengetahui penyebab antrean panjang ini, apakah karena meningkatnya permintaan atau karena kekhawatiran akan ketersediaan stok yang kosong.
"Antre panjang saya enggak tahu, tapi kalau stok di sini ada," tuturnya.
Santika Indonesia Hotels & Resorts kembali menggelar program GM For A Day 2026 dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional.
TODAY TAGNasib apes menimpa Khoirul Anwar, pedagang martabak mini yang biasa berjualan di Jalan AMD Raya, Larangan, Kota Tangerang.
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) dan pergeseran pola konsumsi informasi ke media sosial (medsos) menjadi tantangan berat bagi industri media digital global maupun nasional.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews