Sinar Mas Land Hadirkan Hunian Sekaligus Tempat Usaha Seharga Rp1,9 Miliar
Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:00
Permintaan terhadap hunian dan ruang komersial berkonsep loft di wilayah Bogor terus menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat.
TANGERANGNEWS.com-Kabar baik bagi penggemar cemilan khas Cirebon, yakni Tahu Gejrot. Rasanya yang gurih dan lezat bikin kita nagih buat menikmatinya.
Buat warga Tangerang, khususnya di sekitar Cipondoh dan Pinang enggak usah bingung lagi mau cari cemilan yang asal muasalnya merupakan perpaduan masakan Cina dan Cirebon tersebut.
Sebab, kini muncul kuliner tahu kosong asal Sumedang yang dipotong kecil-kecil, untuk kemudian disiram dengan kuah berwarna coklat yang terbuat dari gula merah dan asam tersebut. Lokasinya selasar Pintu Barat di Pasar Modern Banjar Wijaya, Cipete, Pinang, Kota Tangerang.
Cita rasa tahu gejrot ini semakin khas dan unik ketika disajikan di atas piring gerabah dengan diberi bumbu ulek di atasnya.
Tahu gejrot ini tidak dapat dipisahkan dari keberadaan orang-orang keturunan Tionghoa yang mengenalkan makanan ini di Desa Jatiseeng, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon bagian Timur.
Para keturunan Tionghoa tersebut tinggal di kecamatan Ciledug lantaran daerah itu dekat dengan perairan khususnya di sekitar sungai Cisanggarung, Cirebon. Hal tersebut karena mereka sering melakukan kegiatan perekonomian dengan menggunakan perahu.
Menurut masyarakat, nama tahu gejrot ini diambil dari cara para penjual membubuhkan ramuan air gula merah ke atas tahu.
Air tersebut digejrotkan ke atas tahu yang sudah dipotong-potong di atas piring gerabah lalu menimbulkan bunyi 'jrot-jrot', sehingga dinamai tahu gejrot.
“Cerita dahulunya seperti itu yang saya tahu. Kalau di sini (Banjar Wijaya) kami Alhamdulillah banyak yang akui Tahu Gejrot kami benar-benar asli khas Cirebon. Karenanya ramai yang datang,” terang Fera pemilik kios tersebut kepada TangerangNews.
Permintaan terhadap hunian dan ruang komersial berkonsep loft di wilayah Bogor terus menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat.
TODAY TAGIHSG kembali dibuka dalam tekanan berat pada perdagangan Senin, 19 Oktober 2026. Indeks Harga Saham Gabungan langsung anjlok 4,31% ke level 4.961,87 atau turun 223 poin dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Solana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews