Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi
Jumat, 18 September 2026 | 20:40
Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.
TANGERANGNEWS.com-Polres Metro Tangerang Kota memberikan cara jitu bagi para pemohon yang gagal dalam ujian praktik dalam mendapatkan surat izin mengemudi (SIM).
Solusi yang diberikan bahwa Polres Metro Tangerang Kota memberikan pelayanan latihan ujian praktik SIM secara gratis bagi warga yang tidak lulus ujian.
Hal itu untuk menindaklanjuti arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait diperbolehkannya pemohon untuk mengulangi ujian SIM jika gagal.
Polres Metro Tangerang Kota dalam mewujudkan arahan Kapolri ini memberikan cara jitu berupa pelayanan latihan ujian praktek SIM secara Gratis bagi warga yang gagal.
Kapolres Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mengatakan, lokasi simulasi praktik SIM berada di Mall Pelayanan Publik (MPP) di Jalan Satria Sudirman, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang.
Baca juga: Simak Syarat, Cara dan Biaya Membuat SIM
"Jadi, bagi yang gagal akan mendapatkan pesan WhatsApp ke nomor handphone masing-masing yang dikirimkan langsung Satpas SIM untuk bisa mengikuti latihan ini," kata Zain, Jumat, 4 November 2022.
Simulasi praktik SIM tersebut dibuka setiap Sabtu, mulai pukul 10.00 WIB sampai dengan pukul 13.00 WIB.
Zain menambahkan, pelayanan ini tidak hanya bagi pemohon yang gagal dalam ujian praktik saja. Menurutnya, warga yang datang secara langsung ke lokasi juga bisa mengikuti latihan simulasi ujian praktik SIM.
"Silakan masyarakat datang ke Mal Pelayanan Publik," pungkasnya.
TODAY TAGPergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.
Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menangkap dua anggota sindikat pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) non-prosedural dengan modus perjalanan wisata ke Jepang.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews