Connect With Us

Jelang Pemilu 2024, KPK Datangi Kota Tangerang Ajak Warga Tolak Politik Uang

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 11 Juni 2023 | 22:55

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata bersama Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah, di kawasan Car Free Day, Kota Tangerang, Minggu 11 Juni 2023. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Menjelang Pemilu 2024, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi Kota Tangerang sebagai lokasi kegiatan Roadshow Bus KPK, untuk mengingatkan warga menghindari politik uang, Minggu 11 Juni 2023.

“Seperti ibu, bapak tahu, tahun depan kita menghadapi tahun politik, jangan coblos calon pimpinan bapak ibu yang pakai praktek duit. Sebab nanti kalau misalnya terpilih, jangan sampai pimpinan bapak ibu itu malah masuk tv karena tertangkap KPK,” tutur Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, di kawasan Car Free Day, Kota Tangerang.

KPK mengimbau agar masyarakat berani memilih calon pemimpin yang jujur dan bertanggungjawab, tanpa praktek suap atau korupsi.

"Pilih yang berani untuk memajukan pembangunan di daerahnya," ujar Alexander.

Dalam kesempatan tersebut juga, masyarakat dan pejabat yang hadir menandatangani komitmen bersama ‘Kami Menolak Politik Uang’ jelang Pileg, Pilpres dan Pilkada di 2024.

Juga adanya Roadshow Bus KPK, untuk mengedukasi masyarakat tentang praktek-praktek korupsi atau KKN lainnya yang biasa terjadi di masyarakat.

“Sebenarnya potensi korupsi calon kepala daerah sudah lama sekali, kita tahu bahwa politik kita itu mahal, jadi para calon kepala daerah, calon DPRD, DPR RI, dituntut untuk membiayai diri sendiri untuk berkampanye. Partai juga tidak memiliki sumber keuangan yang cukup, dari iuran anggota, kader,” tutur Alexander.

Sementara, dari sumbangan atau subsidi negara masih kecil. Umumnya, mereka itu disponsori oleh para pengusaha, para vendor, dan itu ternyata tidak gratis.

Sebab, para pengusaha itu nantinya berharap ketika calon yang didukungnya itu menang, akan dimudahkan mendapatkan proyek barang dan jasa.

“Kita sebetulnya berharap dari pendanaan APBD atau APBN, paling tidak bisa menopang kader-kader atau calon-calonnya untuk maju. Diupayakan biaya yang keluar dari para calon akan sangat kecil,”katanya.

Lalu, transparansi bantuan keuangan dari perorangan maupun perusahaan itu bisa dimonitor dengan baik. Sebab, ada aturannya atau perusahaan dan perorangan boleh membantu kader-kader untuk maju di konstentasi politik.

“Menurut peraturan perusahaan itu kalau tidak salah maksimal itu Rp750 juta, perorangan Rp75 juta. Itu tercatat dan dipertanggungjawabkan, misal dari mana saja, dan untuk apa saja,” kata Alexander.

PROPERTI
Sinar Mas Land Hadirkan Hunian Sekaligus Tempat Usaha Seharga Rp1,9 Miliar

Sinar Mas Land Hadirkan Hunian Sekaligus Tempat Usaha Seharga Rp1,9 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:00

Permintaan terhadap hunian dan ruang komersial berkonsep loft di wilayah Bogor terus menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat.

KOTA TANGERANG
Kebakaran di Jatiuwung Hanguskan 9 Gudang, 1 Personel Damkar Dilarikan ke UGD Gegara Sesak Nafas

Kebakaran di Jatiuwung Hanguskan 9 Gudang, 1 Personel Damkar Dilarikan ke UGD Gegara Sesak Nafas

Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:40

Insiden kebakaran hebat yang melanda kawasan industri di Jalan Industri Raya VIII, Pasir Jaya, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang menghanguskan sekitar sembilan gudang, pada Selasa 20 Oktober 2026.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill