Pusat Kuliner G Town Square Gading Serpong Tutup, Pindah Lokasi ke Tigaraksa
Senin, 18 Mei 2026 | 11:09
Pusat kuliner G Town Square di kawasan Gading Serpong dipastikan menghentikan operasionalnya mulai 15 Mei 2026.
TANGERANGNEWS.com-Pedagang Takjil di Pasar Lama Kota Tangerang, disidak Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, Rabu 13 Maret 2024.
Kepala Dinkes Kota Tangerang dr Dini Anggraeni mengungkapkan pada setiap lokasi diperiksa sekitar 25 jenis takjil seperti kikil bakar, otak-otak, mie goreng, cincau, lontong, dimsum, kue cubit dan beberapa lainnya.
"Yang kita teliti ada empat macam kandungan bahan kimia yakni boraks, formalin, rodamin, dan metalin yellow. Jika dari sampel takjil yang diambil ditemukan ada kandungan tersebut, petugas akan melakukan tindakan lanjutan," ungkapnya.
Ia pun menyatakan, sidak Takjil akan berlangsung selama 3 hari ke depan. Hal ini dilakukan untuk memastikan dan mengawasi pedagang takjil agar jangan sampai dagangannya mengandung bahan makanan yang berbahaya.
"Selain itu, kegiatan ini sebagai langkah melindungi masyarakat, konsumen atau pembeli makanan takjil supaya merasa aman, dengan apa yang mereka konsumsi. Ini juga sebagai edukasi kepada pedagang maupun pembeli, untuk harus berhati-hati," paparnya.
Menurutnya, bahan makanan yang mengandung bahan kimia bila dikonsumsi tidak rasa efeknya tetapi bila dikonsumsi setiap hari bisa mengakibatkan gagal ginjal.
Pihak juga mengimbau kepada masyarakat untuk menghindari makanan yang berwarna, warni dan menarik, sebab makanan yang berwarna terang bisa mengandung bahan kimia.
"Pesan dari saya lebih baik membuat makanan sendiri di rumah, saat membeli makanan berhati-hati melihat warna yang terang, belum tentu makanan itu enak, justru bisa berbalik berbahaya," tegas dr Dini.
Pusat kuliner G Town Square di kawasan Gading Serpong dipastikan menghentikan operasionalnya mulai 15 Mei 2026.
TODAY TAGPertandingan pekan terakhir atau jornada ke-34 BRI Super League 2025/26 antara Persita Tangerang melawan Persis Solo dipastikan berlangsung tanpa penonton.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mewaspadai potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang diakibatkan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews