Connect With Us

Waspada Takjil Mengandung Bahan Kimia, Dinas Kesehatan Kota Tangerang Sidak di Pasar Lama

Yanto | Rabu, 13 Maret 2024 | 17:35

Dinkes Kota Tangerang sidak takjil mengandung bahan kimia di Pasar Lama, Rabu 13 Maret 2024. (@TangerangNews / Yanto)

TANGERANGNEWS.com-Pedagang Takjil di Pasar Lama Kota Tangerang, disidak Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, Rabu 13 Maret 2024.

Kepala Dinkes Kota Tangerang dr Dini Anggraeni mengungkapkan pada setiap lokasi diperiksa sekitar 25 jenis takjil seperti kikil bakar, otak-otak, mie goreng, cincau, lontong, dimsum, kue cubit dan beberapa lainnya.

"Yang kita teliti ada empat macam kandungan bahan kimia yakni boraks, formalin, rodamin, dan metalin yellow. Jika dari sampel takjil yang diambil ditemukan ada kandungan tersebut, petugas akan melakukan tindakan lanjutan," ungkapnya.

Ia pun menyatakan, sidak Takjil akan berlangsung selama 3 hari ke depan. Hal ini dilakukan untuk memastikan dan mengawasi pedagang takjil agar jangan sampai dagangannya mengandung bahan makanan yang berbahaya.

"Selain itu, kegiatan ini sebagai langkah melindungi masyarakat, konsumen atau pembeli makanan takjil supaya merasa aman, dengan apa yang mereka konsumsi. Ini juga sebagai edukasi kepada pedagang maupun pembeli, untuk harus berhati-hati," paparnya.

Menurutnya, bahan makanan yang mengandung bahan kimia bila dikonsumsi tidak rasa efeknya tetapi bila dikonsumsi setiap hari bisa mengakibatkan gagal ginjal.

Pihak juga mengimbau kepada masyarakat untuk menghindari makanan yang berwarna, warni dan menarik, sebab makanan yang berwarna terang bisa mengandung bahan kimia.

"Pesan dari saya lebih baik membuat makanan sendiri di rumah, saat membeli makanan berhati-hati melihat warna yang terang, belum tentu makanan itu enak, justru bisa berbalik berbahaya," tegas dr Dini.

TANGSEL
Belum Ada Temuan Hantavirus di Tangsel, Warga Diimbau Hindari Kontak dengan Tikus

Belum Ada Temuan Hantavirus di Tangsel, Warga Diimbau Hindari Kontak dengan Tikus

Jumat, 15 Mei 2026 | 14:06

Warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diminta waspada terhadap risiko terpapar penyakit Hantavirus.

BISNIS
Warga Banten Makin Jarang Pakai Uang Tunai, Transaksi QRIS Tembus Rp34 Triliun

Warga Banten Makin Jarang Pakai Uang Tunai, Transaksi QRIS Tembus Rp34 Triliun

Kamis, 14 Mei 2026 | 14:20

Penggunaan pembayaran digital di Provinsi Banten terus melonjak sepanjang awal 2026. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten mencatat nilai transaksi menggunakan QRIS mencapai lebih dari Rp34 triliun.

MANCANEGARA
Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Senin, 11 Mei 2026 | 08:11

Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.

OPINI
May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:57

Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill