KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Metro Tangerang Kota melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi truk kontainer ugal-ugalan yang menabrak sejumlah pengendara di Kota Tangerang.
Olah TKP dilakukan di beberapa titik tabrakan menggunakan alat Traffic Accident Anallyis (TAA).
"Kita masih melakukan penyelidikan dan olah TKP menggunakan TAA supaya mengetahui kejadian perkara awal bagaimana," ujar Kanit Laka Lantas Polres Metro Tangerang Kota AKP Badruzzaman, Jumat 1 November 2024.
Menurutnya, ada 9 titik olah TKP mulai dari Tugu Adipura sampai titik awal terjadinya kecelakaan di Graha Raya, Ciledug.
Badruzzaman menyebut tidak ada korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Hanya ada enam korban yang mengalami luka-luka.
"Iya tidak ada yang meninggal, korban hanya mengalami luka-luka cukup berat," jelas dia.
Berdasarkan keterangan saksi yang diterima oleh Polres Metro Tangerang Kota, truk tersebut melarikan diri usai menabrak kendaraan di Graha Raya, Ciledug, hingga dikejar massa.
Truk akhirnya berhenti di Tugu Adipura, Kota Tangerang.
"Awalnya itu truk nabrak angkot tidak berhenti lalu dikejar sama pengendara lain, mungkin karena panik akhirnya melarikan diri," ujarnya.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGRatusan siswa tingkat SD, SMP, hingga SMA mengikuti Model United Nations Syafana Islamic School (Munsya) 2026 yang digelar di Gedung Ade Kismantoro Secondary pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.
Mal Ciputra Tangerang menghadirkan pilihan rekreasi dan wahana edukasi yang berbeda bagi keluarga, yakni Old MacDonald’s Farm (OMD FARM).
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews