Connect With Us

Sempat Terhenti, Komisi IV Kembali Ungkit Wacana Pembangunan Gedung Baru DPRD Kota Tangerang

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 17 Maret 2025 | 06:00

Anggota Komisi lV DPRD Kota Tangerang Mohammad Pandu. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGEWS.com-Anggota Komisi lV DPRD Kota Tangerang Mohammad Pandu kembali mengungkit wacana pembangunan gedung DPRD baru yang sempat terhenti karena Covid-19.

Pasalnya, sejak Kota Tangerang berdiri 32 tahun lalu, DPRD hingga kini masih menggunakan gedung milik Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang.

Untuk itu, Politisi Partai NasDem ini mendorong agar DPRD Kota Tangerang memiliki gedung baru yang representatif.

"Di usia ke 32 tahun ini, Kota Tangerang sudah lebih dari dewasa. Tapi sampai saat ini belum punya gedung DPRD sendiri," ungkapnya, Minggu 16 Maret 2025.

Ia menyebut bahwa kendala yang dialami hingga kini adalah ketersediaan lahan. Dimana, hingga saat ini lahan yang awalnya dijadikan opsi sebagai lahan untuk gedung DPRD, yakni di depan Puspem statusnya masih belum jelas.

"Lahan yang di depan Puspem itu kan statusnya masih milik Kemenkum (Kementerian Hukum). Kita akan bersurat ke Kemenkum, kita akan konsultasikan terkait lahan ini. Kalau lahan tersebut telah diberikan, Komisi IV akan menganggarkan dana untuk membangun gedung dewan," ucapnya.

Menurutnya, Komisi IV sangat berharap keberadaan gedung dewan bisa segera terwujud. Mengingat dari segi anggaran, Kota Tangerang mampu untuk membangun gedung bagi para wakil rakyat tersebut.

Pihaknya siap mensupport dari sisi anggaran untuk merealisasikan pembangunan gedung dewan.

"Jadi saya rasa tidak ada kendala kalau dilihat dari segi anggaran. APBD kita Rp5 triliun lebih kok. Apalagi pada periode sebelumnya (2019-2024) sudah pernah dianggarkan, tapi dibatalkan karena ada refocusing anggaran saat pandemi Covid-19," katanya.

Meski demikian, pihaknya tentu akan tetap melakukan sinkronisasi terhadap anggaran yang ada lantaran telah terbitnya Instruksi Presiden No 1 Tahun 2025 terkait efisiensi anggaran.

"Makanya nanti kita lihat peluangnya kemungkinan di tahun berapa kita anggarkan. Terpenting yang jadi target kami periode 2024-2029, kita sudah punya gedung sendiri," imbuhnya.

Disinggung soal opsi eks gedung Pemkab Tangerang di Jalan Daan Mogot sebagai alternatif selain lahan di depan Puspem, Pandu tak mempersoalkan.

Menurutnya, lahan di depan Puspem Kota Tangerang maupun lahan eks gedung Pemkab Tangerang tersebut, keduanya sama-sama strategis.

"Kalau soal lahan, kita tidak masalah. Yang paling penting itu lahannya sudah diserahkan sama kita," pungkasnya.

BISNIS
Dampak Rupiah Melemah, Industri Minuman Kemasan Tertekan Biaya Produksi dan Daya Beli

Dampak Rupiah Melemah, Industri Minuman Kemasan Tertekan Biaya Produksi dan Daya Beli

Jumat, 5 Juni 2026 | 23:57

Industri makanan dan minuman nasional, khususnya sektor minuman kemasan, terus menunjukkan resiliensinya sebagai salah satu tulang punggung manufaktur di Indonesia.

KAB. TANGERANG
Antrean Pertamax di SPBU Tangerang Sepi Gegara Harga Naik, Warga Terpaksa Pakai Pertalite

Antrean Pertamax di SPBU Tangerang Sepi Gegara Harga Naik, Warga Terpaksa Pakai Pertalite

Rabu, 10 Juni 2026 | 21:31

Kenaikan harga yang terjadi pada bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax memunculkan keluhan dari sebagian warga Kabupaten Tangerang.

OPINI
Fomo Menjadi Fenomena yang Sangat Berpengaruh Bagi Generasi Muda dan Dampaknya Sangat Besar Bagi Kesehatan Mental

Fomo Menjadi Fenomena yang Sangat Berpengaruh Bagi Generasi Muda dan Dampaknya Sangat Besar Bagi Kesehatan Mental

Senin, 8 Juni 2026 | 17:25

Fenomena atau fomo bagi generasi muda itu berdampak pada kesehatan mental yang artinya yang di mana media digital saat ini media sosial itu telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan di dalam kehidupan kita sehari-hari

TEKNO
Waspada! Ada 263 Ribu Link Penjualan Online Kosmetik Ilegal Beredar di Indonesia

Waspada! Ada 263 Ribu Link Penjualan Online Kosmetik Ilegal Beredar di Indonesia

Jumat, 5 Juni 2026 | 18:50

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia (RI), Taruna Ikrar mengungkapkan ada sebanyak 263.000 link penjualan kosmetik ilegal yang telah beredar di seluruh wilayah Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill