Hunian Berdesain Jepang di BSD Jadi Incaran Generasi Muda, Terjual 90% dalam Sebulan
Selasa, 9 Juni 2026 | 16:06
Tren pasar properti nasional di tahun 2026 masih didominasi oleh tingginya minat masyarakat terhadap hunian tapak (landed house).
TANGERANGNEWS.com-Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) BPBD Kota Tangerang mengevakuasi satu ekor ular jenis Sanca Kembang di pekarangan rumah warga Pinang, di Jalan Hasyim Asy'ari, Kelurahan Pinang, Kecamatan Pinang.
Ular ini diduga kuat jadi penyebab belasan ayam mati dalam beberapa waktu terakhir.
Evakuasi dilakukan di rumah milik salah satu warga yang mengeluh terkait keberadaan ular yang diduga sering memakan hewan peliharaan milik warga setempat.
"Kami mendapatkan laporan warga, pada pukul 09.30 WIB, kalau ada ular sanca di sebuah pekarangan rumah," Ujar Hendra Komandan regu (Danru) UPT Pinang, Sabtu 28 Juni 2025.
Hendra mengatakan proses evakuasi berlangsung cukup dramatis. Hal ini karena menangkap satu ular saja ditambah warga sekitar ikut menyaksikan di lokasi.
"Jadi awalnya susah saat dilakukan penangkapan, ditambah Medan begitu sempit dan ada perlawanan," ujarnya.
Butuh waktu 10 menit, BPBD Kota Tangerang melakukan evakuasi ular sanca dengan panjang 4 meter tersebut. "Kami mengerahkan 4 personil ke lokasi ," tutupnya.
Tren pasar properti nasional di tahun 2026 masih didominasi oleh tingginya minat masyarakat terhadap hunian tapak (landed house).
TODAY TAGPersija Jakarta menyiapkan anggaran besar mencapai Rp545 miliar untuk mendukung proyek pembangunan tim bersama pelatih anyar Shin Tae-yong menghadapi kompetisi Super League 2026/2027.
Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews