Connect With Us

Klaim Asuransi Korban Pohon Tumbang di Kota Tangerang Capai Rp237,6 Juta

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 4 Agustus 2025 | 18:00

Wali Kota Tangerang Sachrudin menyerahkan klaim asuransi kepada korban pohon tumbang, Senin 4 Agustsu 2025. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang mencatat sepanjang periode Januari 2024 hingga Juni 2025, total klaim yang telah disalurkan kepada korban pohon tumbang mencapai Rp237.600.000.

Kepala Disbudpar Kota Tangerang Boyke Urif Hermawan menyampaikan, pemberian santunan asuransi tersebut merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kota Tangerang dalam melindungi warganya.

"Sebanyak 32.793 ribu pohon di Kota Tangerang telah diasuransikan atas kerja sama dengan PT. Asuransi Umum Bumida 1967. Ini tanggung jawab pemerintah atas insiden yang terjadi di ruang terbuka hijau (RTH) dan jalur hijau yang kami kelola," paparnya, Senin 4 Agustus 2025.

Hari ini pun, Disbudpar menyerahkan klaim asuransi kepada tiga orang penerima manfaat dengan nilai total Rp44.596.000. Penyaluran diberikan langsung Wali Kota Tangerang Sachrudin saat Apel Pegawai di Puspemkot Tangerang.

Diketahui, tiga penerima tersebut ialah Yostinus korban cedera fisik Rp20 juta, Jumanta kerusakan mobil Rp20 juta dan Arif Sufyanto kerusakan motor Rp4 juta.

“Tentunya ini merupakan bentuk perhatian sekaligus bagian dari mitigasi risiko lingkungan, di mana Pemkot Tangerang hadir dan bertanggung jawab memberikan perlindungan kepada warganya, salah satunya melalui santunan asuransi,” tutur Sachrudin.

Sachrudin berharap bantuan ini dapat meringankan beban serta menjadi bentuk empati dan kepedulian pemerintah kepada masyarakat yang terdampak.

Lebih lanjut, Sachrudin, menyampaikan bahwa Pemkot melalui Disbudpar terus berkomitmen meningkatkan upaya preventif, termasuk melakukan pengecekan dan perawatan pohon-pohon di ruang publik, serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya keselamatan lingkungan.

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah Sistem Informasi Geospasial dan Mitigasi Pohon Tumbang (SIGAMPANG), sebuah aplikasi yang dirancang untuk mendeteksi potensi bahaya lebih dini. Dengan demikian, penanganan bisa dilakukan secara cepat dan risiko korban dapat diminimalkan.

“Kota Tangerang terus berinovasi demi menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh warganya. SIGAMPANG adalah salah satu bentuk transformasi digital dalam mitigasi bencana berbasis pohon tumbang,” jelas Sachrudin.

Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam upaya mitigasi ini.

“Jika menemukan pohon yang terlihat rawan tumbang atau membahayakan, masyarakat dapat langsung melaporkannya. Kami berharap kolaborasi ini bisa memperkuat kesiapsiagaan lingkungan kita bersama,” imbaunya.

MANCANEGARA
Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Selasa, 10 Maret 2026 | 09:21

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.

BANTEN
Andra Soni Wanti-wanti ASN Dilarang Titip Siswa di SPMB SMA/SMK Negeri 2026

Andra Soni Wanti-wanti ASN Dilarang Titip Siswa di SPMB SMA/SMK Negeri 2026

Selasa, 5 Mei 2026 | 14:48

Gubernur Banten Andra Soni secara tegas melarang keras praktik titip-menitip siswa dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Negeri.

AYO! TANGERANG CERDAS
Mahasiswa Pascasarjana UNPAM Gelar PKM di SMPN 7 Tangsel, Bekali OSIS dengan Growth Mindset

Mahasiswa Pascasarjana UNPAM Gelar PKM di SMPN 7 Tangsel, Bekali OSIS dengan Growth Mindset

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Mahasiswa Pascasarjana Manajemen Pendidikan Universitas Pamulang menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di SMPN 7 Kota Tangerang Selatan, Rabu 29 April 2026.

PROPERTI
Permintaan Rumah Super Mewah di BSD Masih Tinggi, Hunian Rp89 Miliar Ludes Terjual

Permintaan Rumah Super Mewah di BSD Masih Tinggi, Hunian Rp89 Miliar Ludes Terjual

Selasa, 5 Mei 2026 | 16:47

Meski dibanderol dengan harga fantastis, minat dan kebutuhan akan produk hunian mewah saat ini masih menjadi incaran masyarakat super high-end.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill