Connect With Us

Proses Kurang dari Sedetik, Begini Cara Bayar Bus Tayo Pakai QRIS Tap

Fahrul Dwi Putra | Kamis, 21 Agustus 2025 | 20:35

Ilustrasi bus Tayo (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com – Layanan Bus Rapid Transit Tangerang Ayo (BRT Tayo) kini semakin mudah diakses masyarakat dengan hadirnya sistem pembayaran terbaru menggunakan QRIS Tap. 

Metode ini resmi diberlakukan di seluruh armada mulai Kamis, 21 Agustus 2025, setelah Pemerintah Kota Tangerang melalui PT Tangerang Nusantara Global (TNG) bekerja sama dengan Bank Indonesia Kanwil Banten.

Direktur Utama PT TNG Muhamad Rijal mengatakan, penggunaan QRIS Tap dimaksudkan agar transaksi lebih praktis. “Jadi cukup sekali tap, transaksi selesai,” ujarnya.

Rijal menambahkan, metode ini menawarkan keunggulan dibanding pembayaran digital nontunai lainnya. Dengan QRIS Tap, penumpang tidak perlu lagi memindai kode QR atau mengetik nominal. Proses pembayaran pun berlangsung sangat cepat, hanya dalam hitungan 0,3 detik.

Adapun cara menggunakan QRIS Tap di BRT Tayo cukup sederhana. Penumpang hanya perlu memastikan ponselnya memiliki fitur NFC dan dalam kondisi aktif. 

Setelah itu, buka aplikasi dompet digital atau mobile banking yang mendukung QRIS Tap, pilih menu Tap to Pay, lalu tempelkan ponsel ke mesin EDC yang ada di bus. Jika transaksi berhasil, pembayaran otomatis tercatat tanpa perlu antre panjang.

Dijelaskan Rijal, hadirnya QRIS Tap tidak serta-merta menggantikan metode pembayaran lama, hanya saja menjadi pilihan tambahan. 

“Metode pembayaran nontunai yang selama ini telah berjalan seperti Tap on Bus, QR Code, sampai Kartu Multi Trip Commuter Line. Adanya banyak variasi pembayaran nontunai diharapkan dapat mendukung efisiensi layanan sekaligus mendorong masyarakat semakin menggunakan pembayaran digital,” pungkasnya.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

OPINI
Balita Terserang ISPA, Kemana Peran Negara?

Balita Terserang ISPA, Kemana Peran Negara?

Jumat, 6 November 2026 | 16:22

Empat bulan lebih karhutla melanda hutan Indonesia. Titik api pun tidak kunjung hilang walau pejuang damkar terus berupaya padamkan bara. Tidak sedikit api menyambar rumah warga, hingga mengungsi ke wilayah amhan walau harus kehilangan hunian mereka.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill