Connect With Us

Asal-usul Nama Kecamatan Pinang di Kota Tangerang, Terinspirasi dari Pohon dan Tradisi Meminang

Fahrul Dwi Putra | Jumat, 10 Oktober 2025 | 09:52

Pengusaha pohon panjat pinang kelurahan Kunciran Induk, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, kebanjiran pesanan jelang perayaan 17 Agustusan, Kamis 7 Agustus 2025. (@TangerangNews / Yanto)

TANGERANGNEWS.com- Tak banyak yang tahu, nama Kecamatan Pinang di Kota Tangerang ternyata memiliki akar sejarah yang erat dengan buah pinang, yakni tanaman palma yang tidak hanya dikenal secara botani, tetapi juga menjadi bagian penting dari kehidupan sosial masyarakat tempo dulu.

Kecamatan Pinang dulunya merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Cipondoh. Seiring waktu, wilayah ini berkembang menjadi kecamatan tersendiri yang menyimpan kisah unik di balik namanya. 

Dalam buku karya Burhanudin berjudul Melacak Asal Muasal Kampung di Kota Tangerang, dijelaskan bahwa ada dua versi yang diyakini menjadi asal nama Pinang.

Versi pertama berhubungan dengan tradisi “meminang” atau melamar perempuan. Dalam adat lama, buah pinang selalu menjadi perlengkapan penting dalam acara lamaran bersama dengan daun sirih dan bahan-bahan lainnya. 

Di masa silam, setiap prosesi meminang di wilayah ini selalu melibatkan buah pinang sebagai simbol penghormatan dan kesopanan.

Sementara versi kedua berkaitan dengan keberadaan pohon pinang itu sendiri. Seperti banyak kampung lain di Nusantara, nama suatu tempat sering kali diambil dari tumbuhan yang tumbuh menonjol di wilayah tersebut. 

Menurut catatan sejarah, di depan Kantor Desa Pinang tempo dulu berdiri sebatang pohon pinang besar yang menjadi penanda arah bagi masyarakat sekitar.

“Pohon ini dijadikan acuan utama, sehingga ketika masyarakat bertanya arah, mereka cukup merujuk pada kantor yang ada pohon pinangnya. Perannya sebagai ciri khas dan penunjuk arah alami turut memperkuat asal-usul penamaan wilayah ini,” terang Burhanudin dalam bukunya.

Kendati demikian, kedua versi ini sama-sama menggambarkan betapa eratnya hubungan masyarakat Pinang dengan tradisi dan alam di sekitarnya. Baik dari sisi budaya meminang maupun keberadaan pohon yang menjadi simbol lokasi, keduanya menegaskan bahwa nama “Pinang” berakar dari kearifan lokal dan kehidupan sehari-hari masyarakat zaman dulu.

“Melalui penelusuran sejarah ini, diharapkan masyarakat dapat memahami bahwa Pinang merupakan wilayah yang kaya akan warisan tradisi dan pengetahuan lokal, yang terangkum dalam kisah sebuah pohon yang kini menjadi nama wilayah,” tutup Burhanudin.

PROPERTI
Lampaui 1.170 Peserta, Perumahan MGK Serang Raih Juara BTN Housingpreneur 

Lampaui 1.170 Peserta, Perumahan MGK Serang Raih Juara BTN Housingpreneur 

Senin, 2 Februari 2026 | 14:00

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mengumumkan para pemenang BTN Housingpreneur 2025 dalam seremoni penutupan BTN Expo 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Sabtu, 31 Januari 2026.

BANDARA
Komisi VII DPR RI Tegur Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Soal Banjir hingga Delay

Komisi VII DPR RI Tegur Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Soal Banjir hingga Delay

Jumat, 16 Januari 2026 | 22:13

Komisi VII DPR RI memberikan teguran terkait masalah banjir, kemacetan hingga delay penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang. Masalah klasik ini dinilai dapat menghambat kemajuan pariwisata Indonesia.

TOKOH
Innalillahi, Istri Pesulap Merah Marcel Radhival Meninggal Dunia

Innalillahi, Istri Pesulap Merah Marcel Radhival Meninggal Dunia

Selasa, 27 Januari 2026 | 15:05

Kabar duka datang dari pesulap Marcel Radhival atau yang lebih dikenal publik sebagai Pesulap Merah. Istri tercintanya, Tika Mega Lestari, dikabarkan meninggal dunia pada Selasa, 27 Januari 2026, dini hari.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill