TANGERANGNEWs.com-Masalah limbah minyak goreng bekas atau minyak jelantah yang sering kali mencemari lingkungan kini menemukan solusi inovatif.
Lewat kolaborasi strategis antara jaringan ritel Alfamart dengan perusahaan teknologi lingkungan Noovoleum, menghadirkan kotak ucollect, mesin penukaran minyak jelantah yang memungkinkan masyarakat mengonversikan limbah minyak goreng menjadi saldo rupiah.
Solihin, Corporate Affairs Director Alfamart, menyatakan bahwa keterlibatan Alfamart dalam program ini adalah bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap lingkungan.
Dengan jaringan toko yang luas, Alfamart menjadi titik jemput (drop point) yang memudahkan warga.
"Kami ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat. Sambil belanja, mereka bisa membawa minyak jelantah dan memasukkannya ke mesin yang tersedia. Ini bukan hanya soal bisnis, tapi bagaimana kami berkontribusi menjaga air dan tanah dari pencemaran limbah rumah tangga," ujar Solihin, Selasa 27 Januari 2026.
Ia menjelaskan hingga Januari 2026, Alfamart telah mengoperasikan 100 unit kotak ucollect yang tersebar di 18 kota di Indonesia.
Unit ke-100 diresmikan Gerai Alfamart Drive Thru Alam Sutera, Tangerang, Selasa 27 Januari 2026. Dengan demikian, kini di wilayah Tangerang sudah ada tiga kotak ucollect.
Tak hanya itu, manfaat tersebut semakin bertambah seiring rampungnya integrasi aplikasi Alfagift dengan noovoleum, sebagai operator kotak ucollect.
Melalui integrasi ini, saldo rupiah hasil penukaran minyak jelantah dapat dikonversikan menjadi A-Poin Alfagift yang dapat digunakan untuk berbelanja di gerai Alfamart.
"Selain itu, setiap konversi juga mendapatkan bonus 500 A-Poin dengan minimal penukaran senilai Rp5.500/liter melalui aplikasi ucollect," jelas Solihin.
CEO Noovoleum Indonesia, Sendy Soeriaatmadja, menjelaskan bahwa mesin pengumpul minyak yang ditempatkan di gerai-gerai Alfamart telah dilengkapi teknologi canggih untuk memastikan transparansi dan insentif bagi warga.
"Mesin kami didesain agar masyarakat bisa menyetor minyak jelantah secara otomatis. Melalui aplikasi, setiap tetes minyak yang disetor akan dikonversi menjadi nilai ekonomi. Tujuan besar kami adalah memastikan limbah ini tidak masuk ke selokan, melainkan kembali menjadi energi yang bermanfaat," ungkap Sendy.
Menurut Sendy, sejak peluncuran pertama pada Februari 2025 hingga Januari 2026, jumlah minyak jelantah yang sudah dikumpulkan sekitar 100 ton. Nantinya, minyak yang dikumpulkan akan dikelola oleh Noovoleum menjadi bahan baku biodiesel.
"Rata-rata kita kumpulkan 1 ton per bulan untuk tiap unit kotak, tergantung lokasi," jelasnya.
Inisiatif ini disambut baik oleh pemerintah setempat. Hendri Syahputra, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kota Tangerang, menyebutkan bahwa kolaborasi sektor swasta seperti ini sangat membantu program pemerintah dalam menekan beban limbah di tempat pembuangan akhir (TPA)
"Pencemaran air akibat minyak jelantah yang dibuang sembarangan adalah masalah serius. Kami sangat mengapresiasi langkah Alfamart dan Noovoleum," tutur Hendri.
Hendri menjelaskan sekitar 60 persen dari total sampah Kota Tangerang yang mencapai 1.500 ton per hari, merupakan jenis sampah rumah tangga.
Sedangkan sekitar 30 persen dari pengaduan masyarakat soal limbah, yakni masalah pencemaran drainase dari pembuangan minyak jelantah.
Dengan adanya kolaborasi ini, warga Tangerang kini memiliki cara mudah untuk membuang limbah dapur sekaligus mendapatkan keuntungan ekonomi, sekaligus menjaga bumi untuk generasi mendatang.
"Kita juga nantinya akan arahkan masyarakat, terutama UMKM makanan seperti gorengan, agar sisa minyak jelantahnya disetorkan ke ucollect Alfamart," tutupnya.