Connect With Us

Kritik Wacana Pengangkatan Petugas MBG Jadi PPPK, Dindik Kabupaten Tangerang: Lebih Baik untuk Guru Honorer

Muhamad Yusri Hidayat | Rabu, 21 Januari 2026 | 19:31

Salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Tangerang. (@TangerangNews / Istimewa)

‎TANGERANGNEWS.com-Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Tangerang mengkritik Badan Gizi Nasional (BGN) soal rencana pengangkatan petugas Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). 

‎Diketahui, pengangkatan status PPPK itu hanya untuk kepala SPPG, ahli gizi dan akuntan.

‎Sekretaris Dindik Kabupaten Tangerang Agus Supriatna mengatakan, kebijakan tersebut akan menimbulkan kecemburuan sosial di kalangan guru yang masih berstatus honorer.

‎"Sudah ada omongan-omongan dari para guru mengenai kebijakan itu. Dari pada kuota PPPK itu buat petugas MBG, mendingan buat guru," ujarnya, pada Rabu 21 Januari 2026.

‎Agus menyebut, saat ini ada 500 guru honorer di Kabupaten Tangerang yang bergaji rendah, sekitar Rp950 ribu sampai Rp2 juta. 

‎"Guru-guru yang digaji dari bantuan operasional penyelenggaraan pendidikan atau BOP, paling kecil itu kan sekitar Rp940 ribu, yang paling besar itu Rp2 juta," sebutnya.

‎Menurutnya, pengangkatan PPPK untuk petugas MBG ini merupakan kebijakan yang minim terhadap dedikasi para guru-guru di daerah yang selama ini bekerja keras untuk mencerdaskan anak bangsa.

‎"Guru-guru yang mengajar sampai puluhan tahun, mereka berjuang sedemikian rupa tapi sepertinya kebijakan yang disampaikan pemerintah itu tidak berempati kepada guru," lugasnya.

‎Agus menegaskan, jika kebijakan itu tetap dilaksanakan, pihaknya akan menekan pemerintah pusat agar kembali membuka rekrutmen PPPK untuk para guru yang hingga saat ini masih berstatus honorer.

‎"Pengangkatan PPPK itu terakhir di tahun 2025, setelah itu enggak ada lagi. Tapi kalau kebijakan itu tetap diberlakukan, kita akan dorong lagi guru-guru honorer untuk diangkat PPPK. Kita pasti akan memperjuangkan itu," tegasnya.

TEKNO
Hadapi Tantangan Industri Ritel, Aprindo Gandeng UBM Serpong Kembangkan Data Sains dan AI

Hadapi Tantangan Industri Ritel, Aprindo Gandeng UBM Serpong Kembangkan Data Sains dan AI

Rabu, 9 September 2026 | 19:46

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) berkolaborasi dengan Universitas Bunda Mulia (UBM) dalam pengembangan inovasi serta pemanfaatan data science dan artificial intelligence (AI) di sektor ritel.

BANTEN
Sinar Mas Land dan Kemenekraf Kolaborasi Kembangkan Ekosistem Ekonomi Kreatif di KEK ETKI Banten

Sinar Mas Land dan Kemenekraf Kolaborasi Kembangkan Ekosistem Ekonomi Kreatif di KEK ETKI Banten

Rabu, 16 September 2026 | 19:11

Sinar Mas Land (SML) resmi menggandeng Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) RI untuk memperkuat pengembangan ekosistem ekonomi kreatif di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) ETKI Banten

NASIONAL
Suahasil Nazara Jadi Menkeu, Mengaku Baru Ditelepon Istana Pagi Sebelum Dilantik Sore

Suahasil Nazara Jadi Menkeu, Mengaku Baru Ditelepon Istana Pagi Sebelum Dilantik Sore

Senin, 14 September 2026 | 16:46

Suahasil Nazara mengaku baru mendapat informasi untuk menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan pada Senin, 14 September 2026, pagi. Ia kemudian menghadap Presiden Prabowo Subianto sebelum dilantik di Istana Negara, Jakarta.

WISATA
PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

Kamis, 3 September 2026 | 10:45

PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill