Connect With Us

BGN Pertanyakan Alasan Siswa Unggah Keluhan Menu MBG di Media Sosial

Fahrul Dwi Putra | Rabu, 24 Desember 2025 | 12:17

Siswa SD Negeri Curug Kulon IV, Kabupaten Tangerang menerima makanan bergizi gratis (MBG). (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Dewan Pakar Badan Gizi Nasional (BGN) Ikeu Tanziha menanggapi maraknya unggahan keluhan siswa terkait menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di media sosial. 

Ia mempertanyakan manfaat yang bisa diperoleh murid ketika persoalan tersebut disampaikan ke ruang publik, alih-alih melalui jalur internal sekolah atau pemerintah.

Menurut Ikeu, pengaduan yang disebarluaskan di media sosial tidak memberikan keuntungan langsung bagi siswa. 

Ia menilai, persoalan teknis dalam pelaksanaan MBG seharusnya diselesaikan secara langsung di lingkungan sekolah.

“Seperti tadi contoh ada belatung di menu MBG, apa untungnya buat anak?” ujar Ikeu dikutip dari Tempo.co, Rabu 24 Desember 2025.

Menurutnya, kebiasaan membagikan temuan negatif di media sosial justru dapat membentuk sikap yang tidak diharapkan pada anak. 

“Kami takutnya, itu malah membentuk jiwa tidak bersyukur dari anak-anak,” kata dia.

Ikeu menilai, ketika siswa menemukan masalah pada menu MBG, langkah pertama yang seharusnya dilakukan adalah melapor kepada guru. 

Dari laporan tersebut, sekolah dapat segera mengambil tindakan perbaikan. Ia mencontohkan, jika ditemukan makanan yang tidak layak konsumsi, pihak sekolah bisa langsung menggantinya. 

“Misalnya soal ditemukan belatung tadi. Bilang ke guru. Nanti akhirnya ada solusi, oh diganti dengan yang ini. Sudah beres. Karena hanya satu yang ada belatungnya, kenapa mesti di-posting?” tuturnya.

Lebih lanjut, Ikeu mendorong agar pengaduan terkait MBG disampaikan langsung kepada pemerintah. 

Kata dia, saat ini pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah menyiapkan sistem pengaduan yang dapat diakses masyarakat secara lebih mudah. 

“Siapa pun nanti yang punya pulsa, tidak punya pulsa, bisa menelepon dan mengadukan. Kalau saat ini memang masih berbayar. Tapi sedang dibuat bagaimana orang yang menelepon itu nanti tagihannya masuk ke BGN,” kata Ikeu.

Pernyataan tersebut muncul sebagai respons atas pandangan Kepala Bidang Advokasi Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Iman Zanatul Haeri. 

Dalam forum yang sama, Iman menyampaikan tidak sedikit siswa dan tenaga pendidik merasa berada dalam posisi tertekan ketika hendak menyuarakan masalah MBG. Ia menilai ada rantai tekanan yang membuat keluhan sulit disampaikan secara terbuka. 

“Banyak anak takut untuk posting. Anak muridnya ditekan guru, guru ditekan sekolah. Sekolah mungkin ditekan oleh dinas pendidikan. Nah, dinas pendidikan tidak tahu saya siapa yang menekan,” tukasnya.

HIBURAN
AZKO Dorong Tren Berkebun di Rumah, Manfaatkan Teras hingga Balkon

AZKO Dorong Tren Berkebun di Rumah, Manfaatkan Teras hingga Balkon

Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:43

Memiliki kebun sayur sendiri tidak lagi identik dengan halaman yang luas. Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap gaya hidup sehat dan ramah lingkungan, area terbatas seperti teras, balkon, hingga sudut rumah

OPINI
Gemar dan Gamas: Solusi Nyata atau Sekadar Seremonial Fenomena Fatherless?

Gemar dan Gamas: Solusi Nyata atau Sekadar Seremonial Fenomena Fatherless?

Kamis, 16 Juli 2026 | 18:33

Kesibukan ayah mencari nafkah saat ini secara tidak langsung telah mengikis perannya sebagai pendidik dan pelindung keluarga. Hari ini banyak anak-anak yang merasa kehilangan sosok ayahnya, baik secara fisik maupun psikis.

PROPERTI
Hunian Bergaya American Classic Klaster Mimosa Diluncurkan, Harganya Mulai Rp1,6 M

Hunian Bergaya American Classic Klaster Mimosa Diluncurkan, Harganya Mulai Rp1,6 M

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:24

Paramount Petals meluncurkan Mimosa, klaster hunian terbaru bergaya American Classic yang menjadi proyek residensial kelima di kawasan kota mandiri tersebut.

SPORT
Peluang Argentina Back to Back Juarai Piala Dunia 2026

Peluang Argentina Back to Back Juarai Piala Dunia 2026

Rabu, 15 Juli 2026 | 12:55

Persaingan menuju gelar Piala Dunia 2026 hanya menyisakan empat negara, yakni Timnas Argentina, Timnas Inggris, Timnas Prancis, dan Timnas Spanyol.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill