Connect With Us

Penahanan Bahar bin Smith Ditangguhkan, Alasannya Tulang Punggung Keluarga dan Sudah Minta Maaf

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 12 Februari 2026 | 20:23

Ichwan Tuankotta, Kuasa Hukum Habib Bahar bin Smith di Polres Metro Tangerang Kota. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEW.com-Habib Bahar bin Smith akhirnya dipastikan tidak ditahan oleh pihak Kepolisian Resor (Polres) Metro Tangerang Kota, dalam kasus pemukulan anggota Banser.

Ichwan Tuankotta, Kuasa Hukum Habib Bahar mengkonfirmasi bahwa permohonan penangguhan penahanan kliennya telah dikabulkan oleh Kapolres, setelah menjalani rangkaian pemeriksaan intensif sebagai tersangka pada Rabu 11 Februari 2026 sore hingga tengah malam.

Salah satu poin krusial dalam perkembangan kasus ini adalah pernyataan maaf secara terbuka yang disampaikan oleh Habib Bahar.

Ichwan mengungkapkan bahwa kliennya telah membuat pernyataan maaf yang ditujukan khusus kepada korban dan organisasi GP Ansor.

"Habib melakukan pernyataan permintaan maaf melalui media video. Beliau menyatakan meminta maaf kepada korban dan pihak GP Ansor," ujar Ichwan di hadapan awak media di Polres Tangerang Kota.

Lebih lanjut, tim kuasa hukum berencana untuk terus menjalin komunikasi aktif dengan pihak korban guna mengupayakan penyelesaian perkara melalui jalur damai atau restorative justice.

 

Tulang Punggung Keluarga hingga Jaminan Kooperatif Jadi Pertimbangan

Keputusan kepolisian untuk mengabulkan penangguhan penahanan Habib Bahar didasari oleh beberapa pertimbangan mendasar yang diajukan oleh tim hukum, di antaranya Habib Bahar merupakan guru yang memiliki tanggung jawab mengajar para santrinya.

Ia juga adalah tulang punggung keluarga dan pihak keluarga memberikan jaminan penuh atas penangguhan tersebut. Selain itu, adanya janji untuk terus kooperatif selama proses hukum berjalan.

"Alhamdulillah malam ini Habib diberikan penangguhan penahanan. Beliau bisa kembali berkumpul dengan keluarga dan santrinya," tambah Ichwan.

 

Fokus pada Proses Hukum

Meski penangguhan dikabulkan, Ichwan menegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan. Pihaknya berharap dukungan media untuk memberitakan kasus ini secara objektif dan apa adanya.

Mengenai respons pelapor atas permintaan maaf Habib Bahar, Ichwan mengaku belum mengetahui secara pasti karena pihak pelapor tidak berada di lokasi saat pemeriksaan tersebut.

"Fokus tim hukum saat ini adalah memastikan proses hukum berjalan baik dan membuka pintu mediasi seluas-luasnya," tutup Ichwan.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus ini bermula dari insiden dugaan penganiayan yang terjadi empat bulan lalu di kawasan Cipondoh, Kota Tangerang, dimana kader Banser menjadi korban.

Sejauh ini, polisi telah bergerak cepat dengan menetapkan tiga tersangka yang terlibat, salah satunya Habib Bahar bin Smith. Namun belum diketahui akar masalah penganiayaan tersebut.

KAB. TANGERANG
Pemkab Tangerang Bakal Urus Kepulangan Warga Sepatan yang Disiksa Majikannya di Malaysia

Pemkab Tangerang Bakal Urus Kepulangan Warga Sepatan yang Disiksa Majikannya di Malaysia

Selasa, 3 November 2026 | 22:40

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang berencana mengurus kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Jatimulya, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, bernama Siti Rohaya yang diduga menjadi korban penyiksaan oleh majikannya

TANGSEL
Polemik Jabatan Sekda, Pemkot Tangsel Ajak Mahasiswa Diskusi Terbuka

Polemik Jabatan Sekda, Pemkot Tangsel Ajak Mahasiswa Diskusi Terbuka

Selasa, 3 November 2026 | 19:06

Menanggap aksi mahasiswa, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangsel Tubagus Asep Nurdin, menyatakan bahwa pihaknya memandang dinamika dan perbedaan pandangan publik sebagai bagian yang menyehatkan

KOTA TANGERANG
Innalillahi, KH Chairuddin Sosok Pengayom Wartawan Tangerang Meninggal Dunia

Innalillahi, KH Chairuddin Sosok Pengayom Wartawan Tangerang Meninggal Dunia

Selasa, 3 November 2026 | 17:41

Kabar duka menyelimuti masyarakat Kota Tangerang. Ketua Harian Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Raya Al-Azhom, KH Chairuddin bin H. Serin Mukhtar, menghembuskan napas terakhirnya pada Selasa 3 November 2026, pukul 14.25 WIB.

BANTEN
Pabrik Sepatu di Lebak Tutup hingga PHK 2.000 Buruh, Pungli dan Intimidasi Ormas Disorot

Pabrik Sepatu di Lebak Tutup hingga PHK 2.000 Buruh, Pungli dan Intimidasi Ormas Disorot

Senin, 2 November 2026 | 18:33

Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bertahap yang menimpa sekitar 2.000 pekerja akibat penutupan pabrik sepatu PT Parkland World Indonesia (PWI) 6 di Kabupaten Lebak, Banten, menjadi sinyal bahaya bagi keberlangsungan iklim investasi daerah.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill