Connect With Us

Dinkes Tangerang Uji Sampel Takjil di Pasar Lama, Waspadai Warna Mencolok

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 23 Februari 2026 | 20:48

Uji sampel takjil di kawasan kuliner Pasar Lama Tangerang, Senin 23 Februari 2026. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Penjualan takjil di bulan suci Ramadan mendapat pengawasan ketat dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang. 

Untuk memastikan seluruh penganan berbuka puasa yang dijajakan pedagang aman dari kandungan bahan kimia berbahaya, Dinkes melakukan sidak uji sampel makanan di kawasan kuliner Pasar Lama Tangerang, Senin 23 Februari 2026.

Kepala Dinkes Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni mengungkapkan pengujian ini menyasar jenis makanan yang rentan menggunakan bahan tambahan terlarang.

"Berbagai jenis takjil menjadi sasaran pengambilan sampel, seperti bakso, tahu, kerupuk berwarna, otak-otak, kue basah, hingga sirup berwarna mencolok," papar dr. Dini.

Fokus utama petugas adalah pada makanan dengan warna yang terlalu kontras, karena berpotensi mengandung zat pewarna non-pangan.

 

Label Khusus Sebagai Jaminan Keamanan

Pemkot Tangerang tidak hanya sekadar melakukan pengecekan. Bagi pedagang yang hasil uji sampelnya dinyatakan negatif dari bahan berbahaya, mereka akan diberikan label khusus.

"Dengan adanya label ini, masyarakat bisa merasa lebih tenang saat membeli takjil. Label tersebut menjadi penanda bahwa produk telah melalui pemeriksaan laboratorium," tambah dr. Dini.

Jika ditemukan sampel yang mengandung bahan berbahaya, tim Dinkes tidak langsung menjatuhkan sanksi.

Petugas akan melakukan pembinaan dan pengawasan agar pedagang tersebut segera mengganti sumber bahan baku mereka dengan pilihan yang lebih sehat dan sesuai aturan.

"Kegiatan uji sampel ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari ke depan dan akan menyisir pasar-pasar tradisional di seluruh 13 kecamatan di Kota Tangerang," jelas dr Dini.

dr. Dini juga mengimbau agar warga Tangerang lebih jeli saat berbelanja menu berbuka. Masyarakat diminta waspada terhadap jajanan dengan warna yang sangat mencolok dan tidak ragu untuk bertanya langsung kepada pedagang mengenai bahan yang digunakan.

PROPERTI
Peritel Makin Selektif Pilih Lokasi Usaha, Summarecon Serpong Perkuat Ekosistem Kawasan

Peritel Makin Selektif Pilih Lokasi Usaha, Summarecon Serpong Perkuat Ekosistem Kawasan

Kamis, 30 Juli 2026 | 19:54

Besarnya arus kendaraan di suatu kawasan dinilai tidak lagi menjadi satu-satunya tolok ukur utama bagi pelaku usaha ritel dalam menentukan lokasi ekspansi bisnis.

TANGSEL
Santri di Tangsel Didorong Kuasai AI untuk Hadapi Era Digital

Santri di Tangsel Didorong Kuasai AI untuk Hadapi Era Digital

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:32

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangsel menggandeng Forum Silaturrahim Pondok Pesantren (FSPP) setempat menjalankan program kerja sama untuk mengakselerasi literasi digital di lingkungan pesantren.

OPINI
Cara Islam Memberantas Korupsi

Cara Islam Memberantas Korupsi

Senin, 27 Juli 2026 | 20:32

Kasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.

AYO! TANGERANG CERDAS
7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:04

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill