Cuma 2 Hari, Serunya Keliling Nusantara di Pesta Budaya Gading Serpong
Minggu, 5 April 2026 | 14:06
Akhir pekan ini warga Tangerang dan sekitarnya tidak perlu bingung mencari tempat hiburan.
TANGERANGNEWS.com- Cikokol saat ini identik dengan kawasan sibuk lantaran wilayah ini dipenuhi pusat perdagangan, gedung-gedung, hingga akses jalan utama yang membuatnya dikenal sebagai salah satu titik paling strategis di Kota Tangerang.
Namun sebelum berkembang menjadi kawasan modern, nama Cikokol ternyata lahir dari kisah yang berakar dari budaya lama masyarakat setempat.
Cerita mengenai asal-usul nama Cikokol tercatat dalam buku "Melacak Asal Muasal Kampung di Kota Tangerang" karya Burhanudin.
Dalam penelusuran itu, nama Cikokol berasal dari gabungan dua kata, yakni "Ci" yang dalam bahasa Sunda berarti air dan "Kohkol" yang berarti kentongan atau trontong.
Burhanudin menuliskan, pada masa kolonial Belanda pernah berdiri sebuah gardu di kawasan tersebut.
Di dalam gardu itu tersimpan kentongan kayu yang digunakan sebagai alat komunikasi tradisional. Karena lokasi gardu kerap diguyur hujan, kentongan itu sering dalam keadaan basah hingga meneteskan air.
"Fenomena kentongan yang mengeluarkan air inilah yang kemudian melahirkan nama Cikokol, sebuah identitas yang bertahan melintasi zaman," terangnya.
Dari kisah itulah, nama Cikokol kemudian melekat dan terus digunakan hingga kini, bahkan ketika kawasan tersebut telah berubah total menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi di Kota Tangerang.
Dalam perjalanan waktunya, Cikokol juga memiliki sejumlah penanda penting yang memperkuat identitas kawasan.
Salah satunya adalah Jembatan Pelengkung Tangerang di Jalan MH Thamrin. Jembatan baja sepanjang 65 meter dengan bobot 32 ton itu disebut bukan hanya sekadar fasilitas penyeberangan.
"Jembatan ini berfungsi sebagai gerbang 'Selamat Datang' bagi siapa pun yang memasuki Kota Tangerang dari arah tenggara," tulis Burhanudin.
Cikokol juga pernah menjadi rumah bagi Pasar Cikokol, salah satu pusat aktivitas masyarakat yang bertahan cukup lama sebelum akhirnya ditutup.
Burhanudin mencatat, 15 Oktober 2007 menjadi penanda berakhirnya perjalanan pasar tersebut setelah direlokasi oleh Pemerintah Kota Tangerang.
"Tanggal 15 Oktober 2007 menjadi hari terakhir keberadaan Pasar Cikokol yang sudah bertahan bertahun-tahun. Kini pasar Cikokol telah berubah menjadi salah satu mal terbesar di Tangerang, TangCity Mal," pungkasnya.
Perubahan besar juga terjadi pada fungsi kawasan sekitarnya. Aktivitas transportasi yang sebelumnya berada di area itu kemudian dipindahkan ke Terminal Poris Plawad.
Sementara bekas lahan terminal di Cikokol kini dimanfaatkan sebagai taman kota dan ruang terbuka hijau.
"Cikokol adalah bukti nyata bagaimana sebuah kampung yang bermula dari bunyi kentongan kayu, kini telah tumbuh menjadi mercusuar kemajuan bagi Kota Tangerang," tutupnya.
Akhir pekan ini warga Tangerang dan sekitarnya tidak perlu bingung mencari tempat hiburan.
TODAY TAGBaru-baru ini, di sebuah ruang sidang di Kabupaten Karo, akal sehat kolektif kita baru saja dieksekusi tanpa ampun. Seorang Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan wajah serius—dan mungkin tanpa beban dosa—menggugat sebuah realitas ekonomi modern
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai menggelar program Outbreak Response Immunization (ORI) secara serentak, guna memperkuat perlindungan kesehatan anak dari risiko penularan campak.
Persita Tangerang gagal membawa pulang poin dari lawatan ke markas Persebaya Surabaya pada pekan ke-26 BRI Super League 2025/2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews