Connect With Us

Dari Kentongan Basah di Masa Kolonial, Begini Asal Nama Cikokol Kota Tangerang

Fahrul Dwi Putra | Senin, 6 April 2026 | 11:48

Tangcity Mall, Cikokol, Kota Tangerang. (@TangerangNews / Fahrul Dwi Putra)

TANGERANGNEWS.com- Cikokol saat ini identik dengan kawasan sibuk lantaran wilayah ini dipenuhi pusat perdagangan, gedung-gedung, hingga akses jalan utama yang membuatnya dikenal sebagai salah satu titik paling strategis di Kota Tangerang. 

Namun sebelum berkembang menjadi kawasan modern, nama Cikokol ternyata lahir dari kisah yang berakar dari budaya lama masyarakat setempat.

Cerita mengenai asal-usul nama Cikokol tercatat dalam buku "Melacak Asal Muasal Kampung di Kota Tangerang" karya Burhanudin. 

Dalam penelusuran itu, nama Cikokol berasal dari gabungan dua kata, yakni "Ci" yang dalam bahasa Sunda berarti air dan "Kohkol" yang berarti kentongan atau trontong.

Burhanudin menuliskan, pada masa kolonial Belanda pernah berdiri sebuah gardu di kawasan tersebut. 

Di dalam gardu itu tersimpan kentongan kayu yang digunakan sebagai alat komunikasi tradisional. Karena lokasi gardu kerap diguyur hujan, kentongan itu sering dalam keadaan basah hingga meneteskan air.

"Fenomena kentongan yang mengeluarkan air inilah yang kemudian melahirkan nama Cikokol, sebuah identitas yang bertahan melintasi zaman," terangnya.

Dari kisah itulah, nama Cikokol kemudian melekat dan terus digunakan hingga kini, bahkan ketika kawasan tersebut telah berubah total menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi di Kota Tangerang.

Dalam perjalanan waktunya, Cikokol juga memiliki sejumlah penanda penting yang memperkuat identitas kawasan. 

Salah satunya adalah Jembatan Pelengkung Tangerang di Jalan MH Thamrin. Jembatan baja sepanjang 65 meter dengan bobot 32 ton itu disebut bukan hanya sekadar fasilitas penyeberangan.

"Jembatan ini berfungsi sebagai gerbang 'Selamat Datang' bagi siapa pun yang memasuki Kota Tangerang dari arah tenggara," tulis Burhanudin.

Cikokol juga pernah menjadi rumah bagi Pasar Cikokol, salah satu pusat aktivitas masyarakat yang bertahan cukup lama sebelum akhirnya ditutup. 

Burhanudin mencatat, 15 Oktober 2007 menjadi penanda berakhirnya perjalanan pasar tersebut setelah direlokasi oleh Pemerintah Kota Tangerang.

"Tanggal 15 Oktober 2007 menjadi hari terakhir keberadaan Pasar Cikokol yang sudah bertahan bertahun-tahun. Kini pasar Cikokol telah berubah menjadi salah satu mal terbesar di Tangerang, TangCity Mal," pungkasnya.

Perubahan besar juga terjadi pada fungsi kawasan sekitarnya. Aktivitas transportasi yang sebelumnya berada di area itu kemudian dipindahkan ke Terminal Poris Plawad.

Sementara bekas lahan terminal di Cikokol kini dimanfaatkan sebagai taman kota dan ruang terbuka hijau.

"Cikokol adalah bukti nyata bagaimana sebuah kampung yang bermula dari bunyi kentongan kayu, kini telah tumbuh menjadi mercusuar kemajuan bagi Kota Tangerang," tutupnya.

TOKOH
Richard Lee Siap Buka Seluruh Fakta, Tantang Doktif Hadir ke Persidangan

Richard Lee Siap Buka Seluruh Fakta, Tantang Doktif Hadir ke Persidangan

Kamis, 30 Juli 2026 | 14:28

Richard Lee menantang Samira Farahnaz alias Doktif untuk hadir dalam sidang kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen yang menjerat dirinya sebagai terdakwa.

TEKNO
Usung Konsep Soft Water, Coway Indonesia Kenalkan Yonsu yang Mampu Tingkatkan Kualitas Air untuk Perawatan Kulit dan Rambut

Usung Konsep Soft Water, Coway Indonesia Kenalkan Yonsu yang Mampu Tingkatkan Kualitas Air untuk Perawatan Kulit dan Rambut

Senin, 24 Agustus 2026 | 20:08

Coway Indonesia memperluas lini solusi home wellness dengan memperkenalkan Yonsu, water softener yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas air yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari, khususnya saat bersentuhan dengan kulit dan rambut.

BANTEN
20 Ribu Sarjana di Tangerang Raya Nganggur, Terbanyak di Kota Tangerang

20 Ribu Sarjana di Tangerang Raya Nganggur, Terbanyak di Kota Tangerang

Selasa, 25 Agustus 2026 | 17:41

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak ada 20.878 pengangguran dengan tingkat pendidikan Sarjana di wilayah Tangerang Raya yang mencakup Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang.

KAB. TANGERANG
DPR RI Bahas Soal Premanisme saat Kunker ke Kawasan Industri Tangerang, Bupati Klaim Tidak Ada Laporan

DPR RI Bahas Soal Premanisme saat Kunker ke Kawasan Industri Tangerang, Bupati Klaim Tidak Ada Laporan

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:36

Panitia Kerja (Panja) Penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kawasan Industri Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kawasan Industri Cikupa Mas, Kabupaten Tangerang, Rabu 26 Agustus 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill