TANGERANGNEWS.com-Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang mencatat adanya ratusan laporan aduan masyarakat soal pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 yang masuk via Aplikasi Tangerang Live.
Kepala Diskominfo Kota Tangerang Mugiya Wardhany mengungkapkan berdasarkan data pada bulan Mei, terdapat sekitar 995 laporan yang masuk terkait fase pra-SPMB.
"Banyak kendala di lapangan, mayoritas laporan tersebut terkait kendala teknis dari sisi pengguna atau orang tua murid," ujarnya, Kamis 25 Juni 2026.
Adapun kendala tersebut seperti orang tua murid melapor belum mendapatkan nomor PIN pendaftaran setelah melakukan registrasi di tahap pra-SPMB. Hal ini terjadi karena proses verifikasi berkas dan data di Dinas Pendidikan masih berjalan antre.
Kemudian, banyak kasus di mana orang tua murid mendaftarkan SPMB dengan nomor WhatsApp (WA) yang berbeda dengan yang mereka pegang, atau meminta bantuan orang lain sehingga kebingungan saat ingin mengganti nomor telepon.
"Banyaknyanya permintaan informasi dari masyarakat yang masih belum memahami alur pendaftaran secara runut. Alhamdulilah, seluruh laporan untuk bulan Mei tersebut sudah terselesaikan 100%," ujar Mugiya.
Respons Cepat Maksimal 1 Hari Kerja
Guna menjaga kenyamanan masyarakat selama proses SPMB berjalan, Diskominfo menerapkan standar kecepatan respons yang ketat untuk setiap aduan yang masuk di Tangerang Live.
Diskominfo menerjunkan tim dari Unit Pelaksana Teknis Pengelola Ruang Kendali Kota (UPT PRKK) untuk memfilter dan menjawab aduan secara cepat.
Standar operasional prosedur (SOP) penyelesaian aduan dipatok maksimal 1 hari kerja. Namun, khusus untuk urusan krusial seperti SPMB, petugas dituntut merespons lebih cepat.
Jika aduan yang masuk di Tangerang Live sudah menyangkut ranah kebijakan yang sangat teknis, tim UPT PRKK akan langsung melakukan koordinasi kilat secara lintas sektoral dengan Dinas Pendidikan, agar anak-anak tetap bisa melanjutkan pendaftaran tanpa terhambat.
"Secara umum, pelaksanaan dan penanganan kendala lewat aduan tahun ini berjalan relatif jauh lebih lancar, aman, dan smooth dibandingkan tahun lalu," tutup Mugiya.