Connect With Us

Cegah Kenakalan Remaja, Polres Metro Tangerang Gandeng Sekolah untuk Pemetaan Siswa Bermasalah

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 14 Agustus 2026 | 20:39

Plh. Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Eko Bagus Riyadi saat rapat koordinasi dengan kepsek dan guru BK se-Tangerang. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Polres Metro Tangerang Kota melakukan langkah pencegahan kenakalan remaja yang dilakukan oleh pelajar wilayah hukumnya.

Bersama para kepala sekolah dan guru BK tingkat SMP dan SMA, polres membahas sejumlah upaya mulai dari pemetaan pelajar yang membutuhkan perhatian khusus, penguatan peran guru BK, komunikasi dengan orang tua, hingga deteksi dini terhadap potensi tawuran, geng motor, kekerasan, dan tindak kriminal lainnya.

Plh. Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Eko Bagus Riyadi mengatakan, komunikasi antara polisi, sekolah, dan orang tua harus diperkuat agar persoalan yang melibatkan pelajar dapat dicegah sejak awal.

“Mudah-mudahan dengan seperti ini komunikasinya jadi enggak ragu-ragu. Saya akan berikan semuanya yang saya bisa kasih, pelayanan kepolisian maksimal, totalitas,” katanya dikutip Jumat 14 Agustus 2026.

Dia juga menegaskan jajaran Polres Metro Tangerang Kota akan berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan sepenuh hati.

“Kami memastikan dari jajaran kami akan menjaga supaya sepenuh hati dan tidak menyakiti hati masyarakat,” ujarnya.

Dalam paparannya, Eko meminta sekolah melakukan pendataan dan pemetaan terhadap siswa yang membutuhkan perhatian khusus. Guru BK juga didorong lebih aktif dalam pembinaan dan pendampingan siswa.

Selain itu, sekolah diminta memperkuat komunikasi dengan orang tua, memantau perubahan perilaku siswa serta lingkungan pergaulannya.

Polisi juga meminta pihak sekolah segera melaporkan apabila menemukan indikasi rencana tawuran atau aktivitas lain yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.

Termasuk, sekolah diminta mendata lokasi-lokasi di luar pagar sekolah yang kerap menjadi tempat berkumpul pelajar.

Eko juga mengingatkan agar guru tidak memberikan stigma kepada siswa yang pernah bermasalah.

“Jangan melabel anak muridnya anak nakal, tapi kita rubah anak murid supaya ekstra kelakuannya,” kata Eko.

Dalam sesi dialog, sejumlah guru menyampaikan kekhawatiran terkait tawuran yang berawal dari media sosial. Pihak sekolah juga meminta polisi ikut memantau lokasi-lokasi yang sering digunakan pelajar untuk nongkrong hingga malam hari.

Menanggapi hal tersebut, polisi meminta sekolah segera menyampaikan informasi jika menemukan akun atau unggahan yang mengarah pada provokasi.

“Lakukan deteksi, kirim foto, video, shareloc, berikan kami informasi, kami akan tindak lanjuti,” ujar Eko.

Menurutnya, informasi sekecil apa pun dapat menjadi bahan bagi kepolisian untuk melakukan langkah pencegahan sebelum persoalan berkembang menjadi gangguan keamanan.

Wakapolres Metro Tangerang Kota AKBP Fiki Novian Ardiansyah menyoroti penggunaan media sosial di kalangan pelajar. Menurutnya, orang tua, guru, dan kepolisian harus bersama-sama mengawasi penggunaan media sosial anak.

Ia meminta para guru memberikan pemahaman kepada siswa mengenai dampak hukum dari penggunaan media sosial secara tidak bijak, termasuk ketika digunakan untuk menyebarkan ajakan tawuran atau konten provokatif.

“Adanya ajakan untuk tawuran, sudah menjadi kewajiban kita semua untuk memantau dan mengarahkan anak-anak kita untuk menggunakan medsos dengan bijak. Kita harus saling mengontrol, bukan saling melempar,” kata Fiki.

Fiki juga mengingatkan para pelajar agar tidak sembarangan mengunggah konten di media sosial.

“Kita perlu tekankan anak didik kita bahwa jejak digital tidak bisa hilang. Kita harus kasih tahu anak didik kita agar bijak dalam bermedsos. Jangan sekali-sekali mengunggah konten yang negatif,” ujarnya.

Polres Metro Tangerang Kota menyebut koordinasi dengan pihak sekolah ini menjadi bagian dari upaya membangun early warning system untuk mencegah tawuran, penyalahgunaan narkoba dan minuman keras, kekerasan, hingga berbagai bentuk kenakalan remaja.

Polisi berharap jalur komunikasi antara sekolah dan kepolisian dapat semakin cepat sehingga setiap potensi gangguan keamanan dapat dideteksi dan ditangani sebelum terjadi.

BISNIS
JETOUR Kantongi 1.038 SPK di GIIAS 2026, Model SUV T2 dan T1 i-DM Paling Laku

JETOUR Kantongi 1.038 SPK di GIIAS 2026, Model SUV T2 dan T1 i-DM Paling Laku

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:23

Selama pameran berlangsung, JETOUR berhasil membukukan total 1.038 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) dari seluruh lini SUV yang ditawarkan kepada konsumen Indonesia.

TOKOH
Richard Lee Siap Buka Seluruh Fakta, Tantang Doktif Hadir ke Persidangan

Richard Lee Siap Buka Seluruh Fakta, Tantang Doktif Hadir ke Persidangan

Kamis, 30 Juli 2026 | 14:28

Richard Lee menantang Samira Farahnaz alias Doktif untuk hadir dalam sidang kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen yang menjerat dirinya sebagai terdakwa.

AYO! TANGERANG CERDAS
7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:04

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill