Connect With Us

Pemkot Tangerang Siaga Banjir Siklus 5 Tahunan

| Kamis, 8 Desember 2011 | 18:48

Warga menonton banjir di Ciledug (tangerangnews / dira)

TANGERANG-Siklus banjir 5 tahunan yang diprediksi terjadi pada akhir bulan Desember ini mulai menghantui warga Kota Tangerang. Untuk menghadapi banjir besar tersebut, Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) telah menyiapkan program penanggulangan.
 
Kepala Dinas Damkar Kota Tangerang Diding Sikandar mengatakan, dalam program penanggulangan tersebut ada tiga tahap yakni tahap pra bencana, saat bencana dan pasca bencana.
 
“Untuk tahap pra bencana, kita bersama dengan instansi terkait seperti Dinas Pekejaan Umum serta Dinas Kebersihan dan Pertamanan untuk menekan banjir, dengan melakukan perbaikan drainase serta membersihkan sampah sampah yang dapat menghambat aliran air,” katanya, Kamis (8/12).
 
Kemudian pada tahap terjadi bencana, akan dilakukan pengendalian evakuasi dibantu dengan relawan Tagana. Kendali dalam hal bantuan dan logistik bersama Dinas Sosial. Serta pengendalian penyakit akibat banjir oleh Dinas Kesehatan. “Dalam melakukan pengendalian ini kita juga dibantu relawan PMI, aparat Satpol PP dan Polres,” tambah Diding.
 
Selain itu, disiapkan juga perlengkapan sebanyak 30 unit perahu karet dan tenda evakuasi sebanyak 15 unit. Sementara untuk jumlah personil Damkar rescue yang disiagakan sebanyak 300 orang dan relawan Tagana sebanyak 300 orang serta PMI dan Dinkes sebanyak 100 orang. “Para personil ini sudah dilatih dan disiagakan di tiap Keamatan dan Kelurahan di Kota Kota Tangerang,” kata Diding.
 
Sementara untuk tahap penanggulangan pasca banjir, kata Diding, akan dilakukan pembersian sampah dan pohon tumbang. “Kemudian penyemprotan karbol antiseptic agar tidak ada penyakit yangmenyerang warga pasca banjir,” terangnya.
 
Diding menjelaskan, banjir siklus 5 tahunan ini diprediksi akan terjadi pada akhir bulan Desember 2011 hingga awal Februari 2012. Untuk titik yang paling rawan banjir, menurutnya ada di dekat bantaran Kali Cisadane. “Wilayah yang rawan diantaranya dalah Perumahan Total Persada, Perum Departemen Dalam Negeri (DDN), Perum Ciledug 1 dan 2 serta Puri Kartika,” jelasnya.
 
Selain itu, dikhawatirkan juga adanya air rob dari laut serta banjir kiriman dari Bogor yang dapat menambah dampak banjir di Kota Tangerang. “Kita juga waspadai hal ini. Mudah-mudahan dengan program penanggulangan ini, dampak banjir bisa ditekan,” tutur Diding.(RAZ) 
 
 
 
 
 

BANDARA
Bandara Soekarno-Hatta Pangkas Alur Kedatangan Jemaah Haji Jadi 30 Menit

Bandara Soekarno-Hatta Pangkas Alur Kedatangan Jemaah Haji Jadi 30 Menit

Rabu, 3 Juni 2026 | 20:51

Bandara Internasional Soekarno-Hatta melakukan efisiensi pada fase kepulangan jemaah haji Tahun 1447 H/2026 M, yang berlangsung mulai 1 hingga 30 Juni 2026.

PROPERTI
Hunian Berdesain Jepang di BSD Jadi Incaran Generasi Muda, Terjual 90% dalam Sebulan

Hunian Berdesain Jepang di BSD Jadi Incaran Generasi Muda, Terjual 90% dalam Sebulan

Selasa, 9 Juni 2026 | 16:06

Tren pasar properti nasional di tahun 2026 masih didominasi oleh tingginya minat masyarakat terhadap hunian tapak (landed house).

KAB. TANGERANG
Antrean Pertamax di SPBU Tangerang Sepi Gegara Harga Naik, Warga Terpaksa Pakai Pertalite

Antrean Pertamax di SPBU Tangerang Sepi Gegara Harga Naik, Warga Terpaksa Pakai Pertalite

Rabu, 10 Juni 2026 | 21:31

Kenaikan harga yang terjadi pada bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax memunculkan keluhan dari sebagian warga Kabupaten Tangerang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill