Connect With Us

Mau Setor Uang ke Bank, Karyawan SPBU Dirampok Rp379 Juta Melayang

| Selasa, 18 Desember 2012 | 17:18

ilustrasi senpi (tangerangnews / tangerangnews)

TANGERANG-Aksi perampokan dengan menggunakan senjata api kembali terjadi. Kali ini kompolotan perampok berhasil menggasak uang yang sedang dibawa oleh karyawan  Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang terletak  di Jalan HOS Cokroaminoto RT 01 / 05 Kelurahan Karang Timur, Karang Tengah, Kota Tangerang, Senin (17/12) sekitar pukul 11.40 WIB.
 
Para pelaku berhasil membawa uang tunai sebesar Rp 379 juta.  Padahal uang tersebut rencananya akan disetorkan ke bank.
 
Kasat Reskrim Polres Metro Kota Tangerang AKBP Suhariyanto mengatakan, pelaku diduga lebih dari tiga orang. “Adapun yang berhasil mereka bawa uang tunai Rp379 juta,” terangnya, Selasa (18/12).
 
Para pelaku yang menggunakan tiga sepeda motor tersebut menurut saksi korban, Hadi Supriyanto, 30, dan Suryanto, 29, berawal ketika keduanya melintas di lokasi kejadian, dengan mengendarai Toyota Kijang Pick Up Nopol B-9957-BE. Korban  bermaksud akan menyetorkan uang milik SPBU Narogtog dan SPBU Karang Timur ke bank Bukopin Cabang Kreo Kota Tangerang.
 
 Tiba-tiba, keduanya  didatangi tiga orang pelaku dan salah satu pelaku langsung menodong dengan senjata api.

Saat peristiwa itu terjadi,  situasi jalan sedang macet. Merasa terdesak karena ditodong senjata api, kedua korban pun akhirnya tak berkutik.
 
Salah satu pelaku kemudian mengambil tas dan kabur ke arah temannya yang sudah siap menunggu di pinggir jalan menggunakan tiga sepeda motor. Para pelaku kabur ke arah Kebayoran Jakarta Selatan.

“Kami dengan petugas Polsek Ciledug sudah memintai keterangan saksi. Hingga saat ini kami masih melakukan pengumpulan informasi atas peristiwa tersebut,” terangnya. (RAZ)
 
BANTEN
Komisi X DPR Soroti Banyak Pemuda Nganggur di Banten, Padahal Kawasan Industri

Komisi X DPR Soroti Banyak Pemuda Nganggur di Banten, Padahal Kawasan Industri

Kamis, 5 Februari 2026 | 20:12

Komisi X DPR RI menyoroti sejumlah masalah di Banten. Fokus utama pada tingginya angka pemuda dalam kategori NEET atau tidak bekerja (not in employment), tidak bersekolah (education) dan tidak mengikuti pelatihan (training).

OPINI
Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Gubernur Banten: Sebuah Surat Terbuka

Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Gubernur Banten: Sebuah Surat Terbuka

Kamis, 5 Februari 2026 | 20:38

Dalam balutan seminar nasional itu, Anda memamerkan angka 60 ribu siswa sekolah gratis seolah-olah itu adalah tiket emas menuju surga kesejahteraan.

KAB. TANGERANG
Belum Punya Alat Rekam Jantung, Kemenkes Bakal Salurkan ke 44 Puskesmas Tangerang

Belum Punya Alat Rekam Jantung, Kemenkes Bakal Salurkan ke 44 Puskesmas Tangerang

Jumat, 6 Februari 2026 | 21:12

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) berencana memberikan bantuan berupa Elektrokardiogram (EKG), sebuah alat yang merekam aktivitas jantung guna mendeteksi gangguan kardiovaskular.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill