KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANG – Afrika Selatan (Afsel) memiliki ritual khusus pada kaum remaja putri. Tak ingin putri mereka mengalami pelecehan seksual, 58 persen ibu di Afsel dan Nigeria meratakan payudara putri mereka dengan batu panas.
Menurut data PBB, pelecehan seksual dan pemerkosaan telah mempengaruhi 3,8 juta wanita di seluruh dunia. Fakta itu pula yang membuat para ibu, khususnya di Afsel, rela melakukan apapun agar payudara anak mereka ‘hancur’. Mereka meratakan payudara dengan cara menekan organ sensitif itu dengan karet elastis sekecang-kencangnya, hingga menyetrikanya dengan batu panas.
Tanpa payudara, para ibu di sana percaya putri mereka akan memiliki semangat lebih tinggi untuk menuntut ilmu ketimbang menikah. Namun, ritual ini menuai pro kontra. “Bagaimanapun, kata-kata budaya, tradisi atau kepercayaan tertentu seperti ini tidak masuk akal,” komentar penulis Leyla Hussein kepada Cosmopolitan. “Tubuh perempuan dianggap tidak aman, bahkan di negara mereka sendiri.”
Sementara yayasan perempuan asal Inggris menyebutkan bahwa tindakan ini bisa berbahaya bagi wanita. Setrika payudara dapat merusak jaringan payudara dan berisiko tinggi tumor, kanker, abses, gatal, sulit ASI, infeksi, tidak simetris payudara hingga hilangnya satu atau kedua payudara.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGARYADUTA Lippo Village, Tangerang, menghadirkan perayaan Halloween bertajuk MIDNIGHT SPELL: A Night of Music, Magic & Mystery pada Sabtu, 31 Oktober 2026.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memperketat mitigasi banjir sekaligus kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit seiring meningkatnya intensitas hujan di wilayahnya.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews