Connect With Us

100.000 Warga Inggris dan Rusia Terdampar di Mesir

EYD | Minggu, 8 November 2015 | 13:43

Penumpang warga Rusia dan Inggris terdampar di bandara internasional Mesir. Itu akibat jatuhnya pesawat Metrojet pekan lalu (istimewa / tangerangnews)

TANGERANG - Jumlah penerbangan yang bertolak dari Sharm el-Sheikh sangat dibatasi. Puluhan ribu warga Inggris dan Rusia bahkan terdampar di Kota Sharm el-Sheikh, Mesir, sepekan setelah pesawat milik maskapai Rusia jatuh di Sinai.

Pemerintah Rusia mengatakan hampir 80.000 warganya kini berada di Mesir dan sebagian di antara mereka tengah berlibur di Sharm el-Sheikh. Sedangkan sekitar 20.000 warga Inggris diperkirakan belum bisa bertolak dari kota di tepian Laut Merah tersebut.

Kondisi ini terjadi lantaran pemerintah Rusia menghentikan semua penerbangan ke Mesir dan pemerintah Inggris meniadakan penerbangan ke Sharm el-Sheikh setelah pesawat maskapai Metrojet jatuh di Sinai, sehingga menewaskan seluruh 224 penumpang dan awak.

Meskipun Inggris akhirnya membuka kembali penerbangan, namun jumlahnya amat dibatasi. Hal itu dilakukan karena Rusia dan Inggris melarang penumpang membawa tas mereka ke kabin pesawat. Tas-tas tersebut akan dikirim ke Rusia dan Inggris secara terpisah.

Sampai Sabtu (7/11) hanya lima maskapai yang mengoperasikan sembilan penerbangan hanya mampu membawa 1.945 orang kembali ke Inggris. “Karena terbatasnya jumlah penerbangan yang meninggalkan Sharm el-Sheikh ke Inggris setiap hari, kemungkinan biro perjalanan atau maskapai akan menganjurkan sejumlah orang untuk memperpanjang masa tinggal mereka," ujar juru bicara pemerintah Inggris.

Sebagai konsekuensi, tambah juru bicara itu, semua biaya akomodasi akan ditanggung biro perjalanan atau maskapai. Lain halnya dengan pemerintah Rusia, sebanyak 44 pesawat akan dikerahkan untuk mengangkut warga mereka yang terdampar di Mesir. Evakuasi diperkirakan akan berlangsung dalam dua hari.

Sejauh ini, belum diketahui secara pasti penyebab jatuhnya pesawat Airbus A321 milik maskapai Metrojet. Seorang penyelidik asal Prancis mengatakan, perekam data penerbangan mengungkapkan adanya "suara keras yang tiba-tiba" berupa ledakan.

Adapun penyelidik Inggris -yang meneliti penyebab jatuhnya pesawat Rusia di Sinai meyakini bahwa sebuah bom diletakkan di dalam pesawat sebelum lepas landas. Namun, ketua tim penyelidik Ayman el-Muqadem mengatakan mereka tengah meninjau semua skenario yang mungkin terjadi.

BISNIS
Logeski Tawarkan Cara Baru Bersihkan Toilet Tanpa Perlu Banyak Menyikat

Logeski Tawarkan Cara Baru Bersihkan Toilet Tanpa Perlu Banyak Menyikat

Minggu, 13 September 2026 | 06:38

Logeski memperkenalkan Logeski Toilet Bowl Cleaner ke pasar Indonesia dengan konsep no-scrub cleaning.

NASIONAL
Suahasil Nazara Jadi Menkeu, Mengaku Baru Ditelepon Istana Pagi Sebelum Dilantik Sore

Suahasil Nazara Jadi Menkeu, Mengaku Baru Ditelepon Istana Pagi Sebelum Dilantik Sore

Senin, 14 September 2026 | 16:46

Suahasil Nazara mengaku baru mendapat informasi untuk menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan pada Senin, 14 September 2026, pagi. Ia kemudian menghadap Presiden Prabowo Subianto sebelum dilantik di Istana Negara, Jakarta.

OPINI
Apa yang Mau Disampaikan oleh AHY?

Apa yang Mau Disampaikan oleh AHY?

Jumat, 11 September 2026 | 18:05

Pidato Agus Harimurti Yudhoyono pada peringatan seperempat abad Partai Demokrat tanggal 5 September 2026 yang menyinggung batas waktu kekuasaan langsung menghadirkan berbagai penafsiran.

TANGSEL
Pemkot Tangsel Salurkan Hampir 1 Juta Liter Air ke Warga Terdampak Kekeringan

Pemkot Tangsel Salurkan Hampir 1 Juta Liter Air ke Warga Terdampak Kekeringan

Sabtu, 12 September 2026 | 17:08

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menggencarkan langkah antisipasi dan penanganan darurat bencana di wilayahnya.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill