KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANG – Seorang bayi ditikam berulang kali dan dikubur hidup-hidup di sebuah sawah di Thailand. Mujur, bayi baru lahir tersebut cepat ditemukan dan nyawanya pun selamat.
Bayi laki-laki itu ditemukan di dalam kuburan dangkal yang ditutupi daun-daun di area sawah di provinsi Khon Kaen, Thailand. Seorang petani wanita menemukan bayi tersebut. Belasan luka tusuk terdapat di sekujur tubuh mungilnya.
Wanita itu menemukan sang bayi setelah mendengar suara tangisannya pada Selasa, 23 Februari waktu setempat. Kini, kepolisian setempat tengah memburu orangtua yang tega melakukan tindakan keji pada bayi tersebut.
“Kami telah mengerahkan polisi untuk menemukan pelaku,” ujar pejabat kepolisian setempat, Nopporn Rithnual seperti dikutip kantor berita AFP, Kamis (25/2/2016).
Nopporn mengatakan, saat ini bayi tersebut telah melewati masa kritis dan dirawat di sebuah rumah sakit di provinsi tersebut. Sayang, pihak kepolisian belum mengetahui motif kejahatan ini.
Di Thailand, aborsi merupakan tindakan ilegal namun kerap terjadi. Thailand merupakan salah satu negara dengan tingkat kehamilan remaja tertinggi di wilayah Asia.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGPembangunan infrastruktur perkotaan sering kali menjadi panggung paling transparan dalam menguji efektivitas tata kelola pemerintahan daerah. Ruang publik dan fasilitas jalan bukan sekadar struktur fisik dari bahan semen dan aspal
Staf Khusus Menteri Agama (Stafsus Menag) Gugun Gumilar turun tangan merespons insiden rusaknya pengeras suara Masjid Al-Falah di Komplek Alvita, Pondok Sawah Indah, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akibat ditembak seorang warga.
Puluhan pelatih cabang olahraga (Cabor) panahan berkuda atau horseback archery yang berasal dari 38 Provinsi di Indonesia mendapatkan training camp dari pelatih kepala Némethy Horseback Archery Academy di Hungaria, Christoph Némethy.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews