Connect With Us

Tolak Penumpang Disabilitas, Etihad Airways Minta Maaf

EYD | Kamis, 7 April 2016 | 07:31

Etihad Airways (istimewa / tangerangnews)

TANGERANG – Seorang penyandang disabilitas, Dwi Ariyani (36), ditolak oleh maskapai penerbangan Etihad saat hendak terbang dari Jakarta ke Jenewa, Swiss. Petugas meminta Dwi turun dari pesawat karena menggunakan kursi roda dan tidak mampu menyelamatkan diri sendiri dalam keadaan darurat.

Dwi mengatakan, kejadian ini dialaminya pada tanggal 3 April 2016 saat hendak menghadiri Kovensi Hak-hak Penyandang Disabilitas di Jenewa. Kecewa dengan perlakuan pihak Etihad yang diskriminatif, Dwi lantas menuliskan petisi di laman change.org pada tanggal 5 April. Berikut bunyi petisi tersebut:

"Saya pikir ini ironi. Saat saya hendak berangkat mengikuti acara Konvensi Hak-Hak Penyandang Disabilitas, saya justru mengalami diskriminasi. Maskapai Etihad Airways menolak menerbangkan saya karena saya memakai kursi roda.

Saat check-in di counter Etihad sebelum naik pesawat menuju Jenewa dari Jakarta, saya beri tahu petugas check-in bahwa saya membutuhkan kursi roda khusus untuk masuk ke kabin pesawat. Ini selalu saya lakukan sebelum terbang. Saat boarding pun saya diantar oleh petugas ground staff masuk ke dalam pesawat.

Tapi masalah muncul 20 menit setelah saya duduk di pesawat. Pimpinan kru menghampiri dan mencecar saya dengan beberapa pertanyaan, yang menurut saya merendahkan kelompok disabilitas. Ia misalnya bertanya apa saya bisa evakuasi diri sendiri jika pesawat kecelakaan. Saya bilang, saya butuh bantuan untuk evakuasi.

Tak lama, datang petugas Airport Operation Officer, Bapak Abrar. Dia kembali menanyakan apakah saya bisa berjalan. Saya jawab bahwa saya bisa berjalan dengan pegangan. Lalu katanya, menurut kru kabin, saya harus turun dari pesawat karena tidak ada pendamping," tulis Dwi dalam petisinya di laman change.org.

Kini petisi tersebut telah ditandatangani oleh lebih dari 24 ribu tanda tangan. Atas petisi tersebut, melalui website resminya, pihak Etihad menyatakan permintaan maaf kepada Dwi. Etihad menyatakan telah melakukan penyelidikan internal atas kasus ini. Begini bunyi lengkap permintaan maaf tersebut:

"Kami mohon maaf yang sedalam-dalamnya atas ketidaknyamanan yang telah dialami oleh Ibu Aryani pada waktu diminta untuk turun pesawat yang rutenya dari Jakarta ke Geneva minggu ini.

Kenyamanan dan keselamatan penumpang sangat penting bagi kami dan kami menangani kasus ini secara serius. Pada kejadian ini, kami tidak mengikuti prosedur khusus untuk penumpang pengguna kursi roda. Penyelidikan internal secara menyeluruh telah dilaksanakan dan kami mengambil tindakan yang sesuai untuk memperbaiki langkah-langkah selanjutnya dan menghindari terjadinya hal yang sama di masa yang akan datang.

Kami telah menghubungi Ibu Ariyani untuk mohon maaf dan menawarkan perjalanan alternatif.

Kami telah berhasil membawa banyak penumpang disabilitas ke berbagai negara tanpa ada kejadian seperti ini dan kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk semua penumpang kami," tulis Etihad.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

TEKNO
Cegah Serangan Siber PHP2Shell, Pemkot Tangerang Amankan 157 Aplikasi

Cegah Serangan Siber PHP2Shell, Pemkot Tangerang Amankan 157 Aplikasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:21

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memastikan pelayanan publik berbasis digital tetap berjalan lancar. Pemkot juga menjamin seluruh data pribadi masyarakat berada dalam kondisi aman

WISATA
Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:15

Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.

BANDARA
Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:58

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyinggung penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik yang dinilainya masih kalah dominan dibandingkan bahasa Inggris.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill