Connect With Us

Pengamat Sebut Kartun Upin & Ipin Jadi Alat Propaganda Malaysia 

Fahrul Dwi Putra | Senin, 8 Juli 2024 | 15:32

Ilustrasi kartun Upin & Ipin (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Kartun Upin & Ipin yang memiliki banyak penggemar di Indonesia disebut sebagai alat propaganda dari Negeri Jiran Malaysia.

Seperti diketahui, Upin & Ipin mengisahkan kehidupan sehari-hari dua anak kembar yang tinggal di sebuah kampung di Malaysia. Serial ini menampilkan kehidupan mereka bersama keluarga dan teman-temannya.

Meski memiliki cerita yang sederhana, ternyata Upin & Ipin bisa menjadi alat propaganda.

Hal itu diungkapkan oleh Dosen Hubungan Internasional di FISIP Universitas Padjadjaran, Dudy Heryadi.

Pasalnya, serial ini bisa digunakan untuk menyebarkan klaim budaya Malaysia yang sering kali bersinggungan dengan Indonesia.

Misalnya saja, Budaya yang ditampilkan dalam beberapa episode "Upin & Ipin" termasuk lagu "Rasa Sayange," keris, dan wayang kulit, yang pernah memicu kontroversi antara kedua negara serumpun ini.

"Jadi tentu saja akan digunakan oleh mereka untuk (mendapatkan) sebesar-besarnya keuntungan," ucap Dudy dilansir dari CNN Indonesia, Senin, 8 Juli 2024.

Malaysia dan Indonesia memang sering berselisih terkait klaim budaya. Pada 2007, Malaysia mengklaim lagu "Rasa Sayange" sebagai miliknya, yang memicu kemarahan warga Indonesia. 

Lagu ini juga digunakan untuk mempromosikan pariwisata Malaysia dan sebagai pembuka Sea Games 2017.

Di sisi lain, Dudy berpendapat, animasi ini sangat cocok dijadikan instrumen diplomasi budaya oleh Malaysia untuk mempererat hubungan antara kedua negara.

Pun Indonesia sebaiknya tidak marah-marah setiap kali kebudayaan Nusantara diakui oleh pihak lain. Sebaliknya, pemerintah perlu mencari cara agar masyarakat Indonesia lebih mengenal dan menghargai budayanya sendiri.

"Sementara untuk kita (Indonesia), pemerintah harus pintar-pintar merespons propaganda yang dilakukan Malaysia ini. Pemerintah harus mencari cara agar bangsa Indonesia mengenal budayanya sendiri dengan baik," pungkasnya.

Sementara itu, Dosen Seni dan Budaya serta Koordinator Bidang Penulisan Kolej Pengajian Seni Kreatif UiTM Selangor Malaysia Nor'Anira Haris,, melihat "Upin & Ipin" sebagai lambang kemiripan antara Indonesia dan Malaysia.

Menurutnya, cerita "Upin & Ipin" memiliki kesamaan dalam bahasa, budaya, kehidupan sehari-hari, dan nilai-nilai budaya dengan Indonesia. Hal ini membuat serial tersebut mudah disukai dan populer di kedua negara.

Hadirnya tokoh Susanti dalam "Upin & Ipin" memiliki peran penting dalam hubungan Malaysia dan Indonesia. Susanti, yang diceritakan pindah dari Indonesia ke Malaysia, dianggap sebagai simbol persahabatan antara kedua negara.

"Ia [Susanti] memupuk multikulturalisme, pemahaman lintas budaya, dan narasi positif hubungan bilateral, yang membantu menciptakan identitas regional yang lebih inklusif dan harmonis," katanya.

TEKNO
Aplikasi Trading PINTU Buka Layanan VIP, Tawarkan 6 Keunggulan Ekskuslif

Aplikasi Trading PINTU Buka Layanan VIP, Tawarkan 6 Keunggulan Ekskuslif

Minggu, 15 Maret 2026 | 20:25

PT Pintu Kemana Saja (PINTU), platform investasi aset kripto yang terdaftar resmi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), resmi meluncurkan Pintu VIP.

TANGSEL
Tangsel ONE, Inovasi Layanan Publik Berbasis Chat-First AI Segera Diluncurkan

Tangsel ONE, Inovasi Layanan Publik Berbasis Chat-First AI Segera Diluncurkan

Rabu, 25 Maret 2026 | 21:05

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), akan meresmikan Tangsel ONE (Tangerang Selatan One System), sebuah pusat layanan digital terpadu berbasis chat-first AI, pada 30 April 2026

BISNIS
Kapan Bank Mandiri dan BCA Buka Lagi Usai Lebaran 2026? Ini Jadwalnya

Kapan Bank Mandiri dan BCA Buka Lagi Usai Lebaran 2026? Ini Jadwalnya

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:21

Layanan kantor cabang Bank Mandiri dan BCA masih tutup selama periode libur Lebaran 2026 dan baru akan kembali beroperasi normal pada 25 Maret 2026.

HIBURAN
Bukan Cuma Opor, Tradisi Makan Bakso saat Lebaran Ternyata Sudah Ada Sejak 1981

Bukan Cuma Opor, Tradisi Makan Bakso saat Lebaran Ternyata Sudah Ada Sejak 1981

Senin, 23 Maret 2026 | 22:37

Opor, ketupat, dan aneka kue kerap menjadi menu utama saat Hari Raya Idulfitri. Namun setelah terasa dengan sajian khas Lebaran, banyak warga justru beralih mencari semangkuk bakso hangat.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill