Connect With Us

Butir Nota Damai, Prita Harus Minta Maaf

| Kamis, 13 Agustus 2009 | 17:36

TANGERANGNEWS-Dari lima butir nota damai yang diusulkan penjabat Wali Kota Tangsel sebagai mediator perseteruan Prita Mulyasari -RS Omni Internasional diminta satu butir oleh RS Omni Internasional dengan mengusulkan perubahan satu butir nota damai itu, yakni akni Prita Mulyasari harus meminta maaf pada RS Omni Internasional atas penyebaran surat elektronik tersebut. Dengan perubahan materi nota damai yang meminta Prita memohon maaf, telah menempatkan Prita sebagai pihak bersalah. Padahal surat elektronik Prita itu merupakan ungkapan hati Prita atas sebuah pelayanan rumah sakit. Ungkapan hati tidak dapat dianggap perbuatan salah. ”Sudah ada kesepatakan dari RS Omni soal butir nota damainya. RS Omni mengajukan usulan materi nota. Meminta Prita mengajukan permohonan maaf atas email itu,” jelas Wali Kota Tangsel Shaleh MT, siang ini.. Lebih lanjut, Shaleh membeberkan lima butir nota damai itu pertama Prita-RS Omni Internasional mengakui terjadi miskomunikasi, kedua Prita telah menyebarkan surat elektronik yang tidak bermaksud mencemarkan nama baik RS Omni Internasional, ketiga RS Omni Internasional meminta Prita mengajukan permohona maaf, keempat RS Omni akan mencabut gugatan di Pengadilan Tinggi Banten dan kelima, Prita tidak menggugat balik RS Omni Internasional. Butir kesepakatan damai itu, tambah Shaleh telah disetujui pihak RS Omni Internasional. Selanjutnya meminta peretujuan dari Prita Mulyasari sebagai pihak kedua. Hasilnya baru dapat dijadikan sebagai nota damai yang sah. “Nanti kita libatkan pengacara kedua pihak. Agar nota damai itu menjadi pembahasan penting di persidangan,” papar Shaleh. Kuasa hukum Prita Mulyasari, Slamet Yuwono mengaku belum terima draft terbaru nota damai tersebut. Namun butir kesepakatan yang berpeluang merugikan Prita Mulyasari harus direvisi. Apalagi sampai ada sebutan Prita meminta maaf kepada RS Omni Internasional. ”Kalau ada materi seperti itu berart Prita harus ngaku salah. Padahal Prita hanay curhat kenapa dibilagn bermasalah. Ini yang saya tidak cocok,” ungkapnya. Meski demikian, Slamet mengaku sedang menungggu draft nota damai yagn dikirim Wali Kota Tangsel agar dapat pula direvisi sesuai harapan Prita Mulyasari. (Derby Amanda)
MANCANEGARA
Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Selasa, 10 Maret 2026 | 09:21

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.

BISNIS
Kapan Bank Mandiri dan BCA Buka Lagi Usai Lebaran 2026? Ini Jadwalnya

Kapan Bank Mandiri dan BCA Buka Lagi Usai Lebaran 2026? Ini Jadwalnya

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:21

Layanan kantor cabang Bank Mandiri dan BCA masih tutup selama periode libur Lebaran 2026 dan baru akan kembali beroperasi normal pada 25 Maret 2026.

BANDARA
Siap-Siap! Puncak Arus Balik di Bandara Soetta 28 Maret, Penumpang Diproyeksi Capai 198 Ribu

Siap-Siap! Puncak Arus Balik di Bandara Soetta 28 Maret, Penumpang Diproyeksi Capai 198 Ribu

Selasa, 24 Maret 2026 | 22:50

Setelah melayani lonjakan penumpang pada puncak arus mudik, Bandara Internasional Soekarno-Hatta kini bersiap menghadapi tantangan berikutnya.

OPINI
Idul Fitri dan Matinya Hak Berijtihad di Bawah Stempel Negara

Idul Fitri dan Matinya Hak Berijtihad di Bawah Stempel Negara

Selasa, 24 Maret 2026 | 18:37

Ramadan 1447 Hijriah (2026) baru saja membasuh spiritualitas kita, namun ia menyisakan residu kegelisahan yang melampaui urusan ibadah. Di tengah gema takbir yang bersahutan, publik disuguhi tontonan otoritas keagamaan yang tak lagi sekadar memandu

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill