Connect With Us

Abu Jibril: Anak Saya Bukan Teroris

| Rabu, 26 Agustus 2009 | 18:38

TANGERANGNEWS- Abu Jibril membantah bahwa anaknya Muhammad Jibril Arrahman alias Rizky bin Abu Jibril berperan sebagai perantara penerimaan dana ledakan bom JW Marriot-Ritz Chartlon mega Kuningan seperti yang dituduhkan pihak Mabes Polri. "Anak saya bukan teroris. uang makan dan bensinnya semua dari saya, apa yang di tuduhkan Mabes Polri tidak benar," ujar Abu Jibril di Masjid Al-Munawarah, Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Rabu (26/8). Abu mengakui, Muhammad Jibril merupakan seorang pemilik Redaksi situs Arrahman.com, bukan seorang teroris seperti yang dituduh kepolisian. "Apa yang di lakukan polisi tidak pantas dengan menangkap anak saya begitu saja, perlakuan Densus 88 terhadap anaknya itu bukan sebuah penangkapan tapi penculikan,"kata dia. Ia mengaku, anaknya Mohamad Jibril Abdul Rahman alias Muhamad Ricky Ardhan bin Muhammad Iqbal atau bin Abu Jibril diculik pukul 15.00 oleh tiga lelaki tidak dikenal. Abu menuturkan bahwa saat pulang dari kantor, anaknya didatangi tiga orang barpakaian bebas. “Jibril ditidurkan, di borgol dan dibawa mobil CRV silver oleh tiga lelaki tanpa seragam, "Tim densus 88 salah tangkap. Jangan karena tidak berhasil menangkap Noordin M Top anak saya jadi sasaran," ujarnya Sementara itu, pengacara Munarwan mengatakan, tidak benar jika Muhammad Jibril dianggap sebagai penyandang dana bom JW Marriot-Ritz Calthon mega Kuningan. Bagi Munarman, tidak dibenarkan menangkap seseorang tanpa surat resmi penangkapan dengan tuduhan apapun. Mohamad Jibril alias Muhamad Ricky Ardhan diduga mendanai teroris dalam aksi pemboman di kawasan Mega Kuningan, 17 Juli lalu. "Kalau mau menangkap harus menggunakan surat dan keluarga harus diberitahu. Kesewenangan ini tidak bisa dibiarkan. Menurut saya sudah terjadi pelanggaran HAM yang sistematis. Kami akan lanjutkan dengan proses hukum,” ujar eks panglima Laskar mujahidin dalam jumpa pers di Masjid Al Munawwarah, Kompleks Perumahan Witana Harja, Pamulang, Tangerang Selatan, Rabu (26/8). (Dedi)
BANTEN
Komisi X DPR Soroti Banyak Pemuda Nganggur di Banten, Padahal Kawasan Industri

Komisi X DPR Soroti Banyak Pemuda Nganggur di Banten, Padahal Kawasan Industri

Kamis, 5 Februari 2026 | 20:12

Komisi X DPR RI menyoroti sejumlah masalah di Banten. Fokus utama pada tingginya angka pemuda dalam kategori NEET atau tidak bekerja (not in employment), tidak bersekolah (education) dan tidak mengikuti pelatihan (training).

NASIONAL
Mayoritas Pekerja Indonesia Masih Lulusan SD hingga SMP Menurut Data BPS

Mayoritas Pekerja Indonesia Masih Lulusan SD hingga SMP Menurut Data BPS

Jumat, 6 Februari 2026 | 10:56

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat struktur tenaga kerja di Indonesia hingga November 2025 masih didominasi oleh penduduk bekerja dengan tingkat pendidikan dasar.

BISNIS
Baja Murah Impor dari China Tekan Kinerja Pabrik Industri di Indonesia 

Baja Murah Impor dari China Tekan Kinerja Pabrik Industri di Indonesia 

Jumat, 6 Februari 2026 | 11:09

Arus masuk baja impor berharga rendah dari China dinilai terus menekan kinerja industri baja nasional. Kondisi tersebut berdampak langsung pada melemahnya produksi dalam negeri karena pasar dipenuhi produk impor yang lebih murah dan sulit disaingi.

TOKOH
Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Selasa, 3 Februari 2026 | 21:28

Nama Habib Bahar bin Smith kembali muncul dalam kasus perkara hukum. Ulama kontroversial ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di wilayah Cipondoh,

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill