Connect With Us

Ayo Potong Gaji Pertama 20%, Disumbangkan Kepada Korban Gempa Bumi Sumbar

| Kamis, 1 Oktober 2009 | 19:19

TANGERANGNEWS- Bukan Amien Rais kalau tidak melontarkan ide menggelitik. Mantan Ketua MPR itu mengusulkan agar anggota dewan terpilih yang baru saja dilantik itu menyumbangkan 20% gaji pertamanya untuk korban Gempa di Sumatera Barat. "Memang, kejadian di Padang merupakan musibah bencana alam yang menimbulkan kepedihan. Sebagai anak bangsa, alangkah baiknya ada komitmen untuk memotong 20% gaji pertama untuk disumbangkan kepada korban bencana gempa," kata Amien kepada wartawan seusai mendampingi pelantikan putranya Ahmad Mumtaz Rais di gedung DPR RI Jakarta, Kamis (1/10). Menurut Amien, jika usulannya direspon anggota DPR terpilih, maka upaya ini bisa sedikit menghapus citra DPR yang selama ini dianggap kurang peka terhadap persoalan di sekelilingnya. "Jika usulan saya ini dilaksanakan, saya yakin bisa mengangkat citra DPR. Tetapi, jika tidak digubris sama sekali, itu namanya kelewatan," tegas Amien. Ternyata, usulan Amien memang tidak serta merta direspon anggota dewan lainnya. Hanya putranya Ahamd Mumtaz Rais, putra Amien yang kini menjadi anggota Fraksi PAN di DPR mengamini ide Amien. "Sebagai imam politik, saya siap melaksanakan itu," ujar Ahmad Mumtaz mantab. Tetapi, bagaimana ketika ide Amien Rais dikonfrontasikan ke anggota dewan yang lainnya? Anggota DPR dari PDI Gayus Lumbuun justru balik mempertanyakan pemotongan itu seperti apa? "Apa setiap ada bencana gempa terus gaji kita dipotong 20% atau bagaimana," kata Gayus diplomatis. Gayus mengaku tidak menampik untuk memberikan sumbangannya kepada korban bencana dimana pun. "Tetapi, besarannya kan tidak harus ditentukan," ujarnya. Partainya PDIP, kata Gayus, juga sudah berinisitif untuk mengumpulkan sumbangan bagi korban bencana Gempa di Sumbar. "Tetapi, besarannya tidak ditentukan.Yang pasti, yang kaya akan menyumbang lebih banyak dari pada yang miskin," katanya sembari meninggalkan wartawan.(ir/jp)
OPINI
Idul Fitri dan Matinya Hak Berijtihad di Bawah Stempel Negara

Idul Fitri dan Matinya Hak Berijtihad di Bawah Stempel Negara

Selasa, 24 Maret 2026 | 18:37

Ramadan 1447 Hijriah (2026) baru saja membasuh spiritualitas kita, namun ia menyisakan residu kegelisahan yang melampaui urusan ibadah. Di tengah gema takbir yang bersahutan, publik disuguhi tontonan otoritas keagamaan yang tak lagi sekadar memandu

HIBURAN
Bukan Cuma Opor, Tradisi Makan Bakso saat Lebaran Ternyata Sudah Ada Sejak 1981

Bukan Cuma Opor, Tradisi Makan Bakso saat Lebaran Ternyata Sudah Ada Sejak 1981

Senin, 23 Maret 2026 | 22:37

Opor, ketupat, dan aneka kue kerap menjadi menu utama saat Hari Raya Idulfitri. Namun setelah terasa dengan sajian khas Lebaran, banyak warga justru beralih mencari semangkuk bakso hangat.

WISATA
Pulau Sangiang Banten Kini Terkoneksi 4G Telkomsel, Bisa Tetap Update Selama Liburan

Pulau Sangiang Banten Kini Terkoneksi 4G Telkomsel, Bisa Tetap Update Selama Liburan

Selasa, 17 Maret 2026 | 15:35

Pulau Sangiang, sebuah pulau tersembunyi di tengah Selat Sunda, kini tak lagi terisolasi jaringan internet.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill