Connect With Us

Pro Kontra Penetapan Jessica sebagai Tersangka

EYD | Minggu, 31 Januari 2016 | 07:11

Jessica Kumala Wongso (istimewa / tangerangnews)

TANGERANG – Polisi menetapkan Jessica Kumala Wongso (28) sebagai tersangka kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin (27). Jessica yang merupakan sahabat Mirna ini diduga menaruh sianida di es kopi Vietnam Mirna saat mereka bertemu di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Rabu (6/1/2016).

Saat masih diperiksa sebagai saksi, Jessica menunjukan sikap yang tenang dan banyak tampil di televisi. Jessica dengan yakin mengatakan bukan pelaku pembunuhan Mirna. Meksi begitu, polisi tetap yakin Jessica merupakan pelaku dan meningkatkan status Jessica dari saksi khusus menjadi tersangka pada Jumat (29/1) malam.

Para ahli mulai dari hypnoterapi, forensik, Psikologi UI, sampai mantan hakim ikut berbicara soal Jessica. Mereka ada yang ragu, namun ada juga yang yakin dengan bukti polisi terkait penetapan sebagai tersangka pembunuhan Mirna.

Prof. Dr. Sarlito Wirawan

Figur yang merupakan Guru Besar Psikologi UI ini menjadi saksi ahli dalam kasus tewasnya Wayan Mirna (27). Sarlito dimintai pendapat soal kasus Mirna dan dia menyampaikan bahwa kasus Mirna sudah memiliki bukti yang siginifikan untuk menetapkan tersangka.

"Terkait alat bukti menurut pendapat saya sudah cukup baik dan signifikan," jelas Sarlito usai menjadi saksi ahli di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Kamis (28/1/2016). Pendapat Sarlito disampaikan sebelum polisi mengumumkan Jessica sebagai tersangka. "Cukup baik dijadikan alat bukti," tambah dia.

 

Dewi P Faeni

Pakar Hypnoterapi ini mengatakan selama diperiksa sebagai saksi, Jessica menunjukkan sikap yang tenang dan bahkan banyak tampil di televisi. "Jika seseorang tidak bersalah, tidak perlu menjustifikasi harus mengiklankan dirinya. Kalau dia tidak bersalah harusnya dia akan diam seperti saksi-saksi lainnya, kan tidak melakukan justifikasi di media-media. Tidak perlu ada defense mechanism," ungkapnya di Waroeng Daun, Jl Cikini Raya, Jakpus, Sabtu (30/1/2016).

Selama tampil di media elektronik, Jessica menurut Dewi menunjukkan tanda-tanda orang yang tidak mengatakan hal sesungguhnya. "Eye movementnya sangat cepat, ini suatu refleksi dari nervous. Terus sering melihat ke atas kanan, itu berarti orang sedang berusaha membangun fakta, bisa jadi dia tidak mengatakan sesungguhnya. Saya hanya lihat dia dari facial ekspresi. Walau di akhir-akhir sudah mulai tenang, sudah seperti dilatih," jelasnya.

 

Reza Indragiri Amriel

Psikolog forensik ini menilai pelaku pembunuhan Mirna bukanlah Jessica. Sebab, ada berbagai kejanggalan jika dilihat dari ilmu yang dipelajarinya.

"Saya sampai hari ini tidak yakin pelaku adalah J, kedua saya tidak yakin ini pembunuhan yang mengincar korban sesungguhnya, saya kuat menduga ini salah sasaran," ungkap Reza dalam diskusi Polemik di Waroeng Daun, Jl Cikini Raya, Jakpus, Sabtu (30/1/2016).

Dari pandangan Reza, ada seorang intellectual leader dalam kasus Mirna ini. Terlebih senjata pembunuhan adalah racun, yang berarti, menurut Reza, pelaku ingin mengambil jarak dari TKP pembunuhan. "Teori itu mengatakan bahwa kejahatan hanya bisa terjadi kalau ada 3 unsur. Ada pelaku, lokasi, dan korban di situ. Kita lupa alat kejahatan racun. Kalau badik atau tangan kosong, harus berhadap-hadapan secara frontal," jelas Reza.

BISNIS
PT Selaras Jaya Sakti Gathering Bersama Konsumen, Perkuat Akses Cat dan Coating Anti Karat Industri di Banten

PT Selaras Jaya Sakti Gathering Bersama Konsumen, Perkuat Akses Cat dan Coating Anti Karat Industri di Banten

Kamis, 17 September 2026 | 16:01

PT Selaras Jaya Sakti, distributor resmi produk marine coating dan protective coating dari merek International Paint (AkzoNobel), memperkuat jaringan bisnis dan kedekatan dengan mitra industri di wilayah Banten.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

KOTA TANGERANG
Spesialis Curanmor Antarwilayah Diringkus Polres Metro Tangerang Kota, Sudah Beraksi di 30 Lokasi

Spesialis Curanmor Antarwilayah Diringkus Polres Metro Tangerang Kota, Sudah Beraksi di 30 Lokasi

Minggu, 20 September 2026 | 23:24

Jajaran Unit 1 Krimum (Jatanras) Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota membongkar sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) lintas wilayah yang telah beraksi di puluhan tempat.

BANTEN
Perubahan KUA-PPAS 2026 Ditetapkan, Pendapatan dan Belanja Daerah Pemprov Banten Menyusut Ratusan Miliar

Perubahan KUA-PPAS 2026 Ditetapkan, Pendapatan dan Belanja Daerah Pemprov Banten Menyusut Ratusan Miliar

Jumat, 18 September 2026 | 20:08

Pemerintah Provinsi (Pemprov) bersama DPRD Banten menyepakati Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill