Connect With Us

Tak Naikan Gaji, Perusahaan Dipenjara 4 Tahun

| Jumat, 13 November 2009 | 18:02


TANGERANGNEWS-Perusahaan yang tidak menerapkan upah minimum DKI baru pada awal Januari nanti akan diancam dengan penjara selama empat tahun. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker Trans) DKI Jakarta Deded Sukendar menjelaskan, sesuai dengan Undang-Undang No. 13/2003 Pasal 85 Tentang Ketenagakerjaan tercantum sanksi kurungan badan selama empat tahun dan denda paling sedikit Rp100 juta dan paling banyak Rp400 juta. Sanksi ini akan dikenakan pada pemilik perusahaan yang tidak menerapkan upah minimum DKI yang baru.
 
Diketahui, tahun depan Pemprov DKI akan menaikkan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI yang baru sekitar 4,5 %. Jika dirupiahkan kenaikannya berkisar Rp50.000. Sehingga UMP DKI untuk tahun depan berkisar Rp1.118.009. Dibandingkan dengan tahun lalu UMP DKI mencapai Rp1.069.865. sementara UMP Sektoral (UMSP) diprediksi juga akan naik 5 % hingga 8 % dari UMP 2010. Kenaikan ini tidak sebesar tahun lalu yang mencapai 2,5 % hingga 12,5 %.
 
UMSP biasanya dinaikkan pada sector-sektor khusus seperti elektronik, otomotif, garmen, industry tekstil, retail, hotel dan restoran. Sebelumnya Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Muhayat menjelaskan, Surat Keputusan (SK) Gubernur mengenai kenaikan upah minimum ini akan keluar pada akhir November.   
 
Deded menerangkan, jika memang perusahaan tersebut belum dapat menerapkan kenaikan maka pemiliknya dapat mengajukan penangguhan ke pihaknya. Penangguhan ini sesuai dengan Peraturan Gubernur No 42 tahun 2007. “Tapi tetap akan kita cek ke perusahaan itu, jika memang memungkinkan akan kita berikan penangguhan. Tapi perlu diingat yang bisa melakukan penangguhan hanya perusahaan kecil, bukan perusahaan besar,” tegasnya di Balaikota DKI Jakarta.
 
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) DKI Jakarta Soeprayitno menyatakan, yakin para pengusaha di ibukota tidak akan ada yang tidak menerapkan kenaikan upah minimum ini karena persentase kenaikan tersebut sudah mengakomodir tingkat kemampuan pengusaha dalam memberikan kesejahteraan bagi karyawannya. “Sejauh ini tidak ada keluhan dari pengusaha atas kenaikan yang disepakati ketiga pihak ini,” jelasnya. (sire/kontri)
 


BANTEN
Isi Daya Mobil Listrik Cuma 15 Menit, PLN Tambah 6 Ultra Fast Charging di PIK 2

Isi Daya Mobil Listrik Cuma 15 Menit, PLN Tambah 6 Ultra Fast Charging di PIK 2

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:58

Pengguna kendaraan listrik di wilayah Banten semakin dimanjakan dengan kehadiran fasilitas pengisian daya berkecepatan tinggi.

TEKNO
Rekomendasi 10 Aplikasi HRD Agar Tidak Ribet Urusan Administrasi

Rekomendasi 10 Aplikasi HRD Agar Tidak Ribet Urusan Administrasi

Minggu, 10 Mei 2026 | 09:11

Pesatnya perkembangan teknologi dan segala hal yang mulai beralih ke digital, memberikan tantangan tersendiri bagi pekerjaan Human Resource (HR), yang tentunya menjadi semakin kompleks.

AYO! TANGERANG CERDAS
Lulusan Sulit Terserap Kerja, Pemprov Banten Bakal Hapus Jurusan Akutansi dan Manajemen di SMK

Lulusan Sulit Terserap Kerja, Pemprov Banten Bakal Hapus Jurusan Akutansi dan Manajemen di SMK

Kamis, 7 Mei 2026 | 21:47

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan mengevaluasi sejumlah jurusan di sekolah menengah kejuruan (SMK) yang dinilai sudah tidak lagi sebanding dengan kebutuhan dunia kerja.

BANDARA
Disembunyikan Dalam Legging, Aksi Penyelundupan Monyet dan Kadal dari Thailand Digagalkan di Bandara Soetta

Disembunyikan Dalam Legging, Aksi Penyelundupan Monyet dan Kadal dari Thailand Digagalkan di Bandara Soetta

Sabtu, 9 Mei 2026 | 16:47

Modus penyelundupan satwa liar kian nekat. Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Karantina Banten bekerja sama dengan Bea Cukai berhasil menggagalkan upaya penyelundupan belasan satwa hidup asal Thailand di Terminal 2 Bandara

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill