Connect With Us

Pengamat Prediksi Partisipasi Pilkada Tangerang Rendah

Yudi Adiyatna | Senin, 25 Juni 2018 | 15:39

Pengamat Politik Ray Rangkuti dalam acara "Banten Sambut Pemilu Serentak Bersama KPUD Banten", Minggu (24/6/2018). (@TangerangNews / Yudi Adiyatna)

 

TANGERANGNEWS.com-Direktur Lima Institute Ray Rangkuti memprediksi part isipasi pemilih pada Pilkada serentak yang akan dihelat Rabu, (27/6/2018) akan rendah. Pasalnya hari pencoblosan masih bertepatan dengan momentum libur lebaran.

Ray bahkan menghitung, pemilih yang datang ke tempat pemungutan suara (TPS) tidak lebih dari 50 persen.

Ia mengungkapkan hal itu ketika ditemuai disela-sela kegiatan Diskusi "Banten Sambut Pemilu Serentak 2019 bersama Anggota KPU Banten" di Warung Naposo, Pondok Aren, Minggu (24/6/2018).

"Kendala liburan yang terlalu panjang. Jadi ada faktor  psikologi untuk masyarakat. Mereka lebih memilih bertahan di rumah atau memanfaatkan waktu untuk mendatangi kerabatnya," katanya.

Selain karena efek pasca libur lebaran, faktor lainnya karena calon tunggal atau masih kuatnya dominasi dinasti politik. Menurutnya, kedua hal itu membuat publik tidak terlalu tertarik pada pilkada.

"Pasangan tunggal atau kuatnya dominasi dinasti politik tidak menarik minat publik. Bahkan berkembang pesimisme misalnya siapapun calonnya akan begitu -begitu saja," tambah Ray.

Meski demikian, dengan prasyarat kemenangan 50 persen plus satu, Ray meyakini pasangan calon tunggal tetap memenangi Pilkada meskipun angka partisipasi rendah. 

"Potensi menangnya tinggi, tapi partisipasinya rendah," imbuhnya.

Karena tingkat partisipasi pemilih yang rendah, lanjutnya, maka legitimasi masyarakat terhadap kepala daerah terpilih pun kecil. 

Meski demikian, menurut Ray hal itu tidak penting bagi para politikus, terlebih peserta pilkada yang memborong semua partai politik untuk mendukungnya.

"Mereka yang penting menang," tukasnya sambil tertawa.(RAZ/HRU)

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

BISNIS
IHSG Anjlok 4,31 Persen, Indonesia Terancam Jadi Setara Zimbabwe

IHSG Anjlok 4,31 Persen, Indonesia Terancam Jadi Setara Zimbabwe

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:37

IHSG kembali dibuka dalam tekanan berat pada perdagangan Senin, 19 Oktober 2026. Indeks Harga Saham Gabungan langsung anjlok 4,31% ke level 4.961,87 atau turun 223 poin dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. 

KOTA TANGERANG
Tabrak Bocah 11 Tahun hingga Tewas di Periuk Tangerang, Pemotor Serahkan Diri ke Polisi Usai Sempat Kabur

Tabrak Bocah 11 Tahun hingga Tewas di Periuk Tangerang, Pemotor Serahkan Diri ke Polisi Usai Sempat Kabur

Kamis, 22 Oktober 2026 | 17:37

Kecelakaan maut merenggut nyawa seorang siswa sekolah dasar (SD) berinisial MZ, 11, di Jalan Prima, Kelurahan Periuk, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang.

TEKNO
Kualitas Udara Kategori Tidak Sehat, Coway Boyong Solusi Filtrasi Canggih ke ICE BSD City

Kualitas Udara Kategori Tidak Sehat, Coway Boyong Solusi Filtrasi Canggih ke ICE BSD City

Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:50

Kualitas air dan udara di Indonesia kini menjadi perhatian serius di tengah musim kemarau panjang akibat fenomena cuaca ekstrem.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill