Connect With Us

Ketum Golkar: Bonus Demografi Harus Dimanfaatkan dengan Kolaborasi

Achmad Irfan Fauzi | Rabu, 17 Agustus 2022 | 10:14

Tiga ketua umum partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) mendaftarkan diri ke KPU, Rabu 10 Agustus 2022. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar Airlangga Hartarto menuturkan, HUT ke-77 Republik Indonesia menjadi momentum penting untuk kembali mengingat kerja sama dan kolaborasi.

Menurutnya, Proklamasi yang dilakukan Soekarno-Hatta pada 17 Agustus 1945, menunjukkan bahwa kolaborasi berhasil memberi kepastian bagi kemerdekaan Indonesia.

Ketum Golkar menilai, dengan kerja sama antartokoh bangsa itulah, hingga hari ini, seluruh rakyat Indonesia menikmati hari-hari tanpa belenggu penjajahan Belanda.

"Persatuan dan kerja sama yang sudah ditunjukkan para founding father kita terdahulu, harus menjadi sikap dan semangat kita dalam berkolaborasi melanjutkan pembangunan Bangsa Indonesia,” tutur Airlangga, Rabu 17 Agustus 2022.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini menambahkan, semangat itu yang mendasari Golkar, Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), maupun pemerintah berupaya untuk mengikis polarisasi.

Airlangga menegaskan polarisasi dan keterbelahan masyarakat maupun elite politik bertolak belakang dengan keinginan dan cita-cita para pendiri bangsa. 

Airlangga yang juga calon presiden dari Golkar itu menegaskan, partainya maupun KIB bakal terus menyuarakan kolaborasi untuk mencapai cita-cita Indonesia Maju.

Terlebih, ada peluang besar Bangsa Indonesia bisa mencapai cita-cita tersehut dengan bonus demografi pada 2025-2035.

“Sebanyak 191 juta penduduk Indonesia berada pada usia produktif pada rentang 2025 hingga 2035. Ini harus bisa dimanfaatkan, kuncinya kolaborasi, bukan polarisasi,” tegas Airlangga. 

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini menegaskan, tanpa kolaborasi dan persatuan, kita bisa berpotensi kehilangan peluang bonus demografi ini. Airlangga mengingatkan, jangan sampai Indonesia menyia-nyiakan peluang untuk menjadi bangsa yang maju dan ‘menua dengan kaya’.

Airlangga menyerukan kepada seluruh masyarakat, khususnya kader Partai Golkar agar mendahulukan semangat kolaborasi dan kerja sama dengan sesama anak bangsa.

Ia juga menegaskan, Golkar maupun KIB terbuka dengan seluruh pihak untuk berkolaborasi, bekerja sama, menghilangkan polarisasi, untuk membangun Indonesia menjadi maju, meraih Indonesia Emas, memberi kesejahteraan masyarakat.

“Dirgahayu RI ke-77, semoga kita merdeka dari penjajahan, merdeka dari keterbelahan, dan merdeka dari kemiskinan, untuk seluruh rakyat Indonesia,” tegas Airlangga.

KAB. TANGERANG
Akui Suka Anak Kecil, Polisi Dalami Adanya Korban Lain Aksi Cabul Pria di Solear

Akui Suka Anak Kecil, Polisi Dalami Adanya Korban Lain Aksi Cabul Pria di Solear

Senin, 31 Agustus 2026 | 20:09

Jajaran Polresta Tangerang terus mendalami kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh seorang pria berinisial M , 31, di Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang.

AYO! TANGERANG CERDAS
Open Day Syafana Islamic School Banjir Orangtua, Hampir 1.000 Calon Siswa Sudah Daftar

Open Day Syafana Islamic School Banjir Orangtua, Hampir 1.000 Calon Siswa Sudah Daftar

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:53

Antusiasme orangtua untuk menyekolahkan anaknya di Syafana Islamic School terbilang tinggi. Hingga Open Day tahun ajaran 2027-2028 digelar, hampir 1.000 calon siswa telah mendaftarkan diri secara online.

NASIONAL
PLN Dukung PSEL Kota Bekasi, Sampah Ditargetkan Diolah Jadi Listrik untuk 55 Ribu Rumah

PLN Dukung PSEL Kota Bekasi, Sampah Ditargetkan Diolah Jadi Listrik untuk 55 Ribu Rumah

Jumat, 28 Agustus 2026 | 14:13

PT PLN (Persero) mendukung pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Bekasi. Hal tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Sponsors Agreement dan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL)

OPINI
Sandera Dana Desa Demi Bebas Asap

Sandera Dana Desa Demi Bebas Asap

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:31

Kebakaran hutan dan lahan merupakan tantangan tata kelola yang berulang setiap siklus musim kemarau di Indonesia. Keterlambatan respons mesin birokrasi pemerintah daerah maupun pusat tidak sekadar berakar pada persoalan anomali cuaca.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill