Connect With Us

Harga BBM Naik, Pengamat Desak Komut dan Dirut Pertamina Dicopot

Achmad Irfan Fauzi | Sabtu, 17 September 2022 | 16:17

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah. (Achmad Irfan Fauzi / @TangerangNews.com)

TANGERANGNEWS.com-Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dinilai Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah sebagai buah kegagalan Komisaris dan Direktur Utama Pertamina.

Dedi mengatakan, Pemerintah menjadi korban kegagalan Pertamina dalam mengelola harga BBM dalam negeri. "Keberadaan komisaris dari politisi seperti Basuki Tjahaja Purnama, juga Dirut Nicke Widyawati jelas tidak berdampak baik bagi publik, keduanya layak dicopot, segera ganti tokoh lain yang jauh lebih punya kapasitas dan berpihak pada publik," ujar Dedi kepada wartawan, Sabtu, 17 September 2022.

Menurutnya, kenaikan harga tersebut membuat citra pemerintahan Jokowi merosot di mata publik. Padahal pemerintah menentukan harga berdasarkan rekomendasi dan laporan Pertamina. 

"Sehingga kegagalan murni ada di Pertamina, jangan sampai publik lelah protes ke pemerintah, juga ke parlemen. Sementara Komut dan Dirut Pertamina cuci tangan dan seolah tidak bertanggung jawab," tegasnya.

Padahal, lanjut Dedi, Pertamina semestinya menjadi korporasi plat merah yang mampu memproduksi BBM dengan kualitas baik dengan harga terjangkau oleh publik di dalam negeri, sehingga kenaikan harga BBM dengan dalih membengkaknya subsidi pemerintah bukti dari kegagalan pimpinan di Pertamina.

"Erick Tohir (Menteri BUMN) punya banyak alasan untuk mencopot Basuki Tjahaja Purnama dan Nicke Widyawati, kesengsaraan publik atas imbas harga BBM, menjadi tanggungjawab mereka berdua, kepada merekalah seharusnya protes dilayangkan," pungkasnya.

KAB. TANGERANG
Kasus Intoleransi di GKPI Rajeg, Polresta Tangerang Tetapkan Aji Cahyono Putra Sebagai Tersangka

Kasus Intoleransi di GKPI Rajeg, Polresta Tangerang Tetapkan Aji Cahyono Putra Sebagai Tersangka

Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:42

Polresta Tangerang resmi menetapkan Aji Cahyono Putra sebagai tersangka dalam kasus dugaan pembubaran ibadah dengan membawa senjata tajam (sajam) pada jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di Rajeg, Kabupaten Tangerang.

BISNIS
Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:33

Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

WISATA
Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40

Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill