Connect With Us

Kebutuhan Hidup Naik Dampak BBM, Ini Tips Menghemat Pengeluaran

Fahrul Dwi Putra | Rabu, 14 September 2022 | 15:10

Ilustrasi mengatur keuangan. (Istimewa / @TangerangNews.com)

TANGERANGNEWS.com-Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) menimbulkan efek domino dari bahan-bahan pokok hingga transportasi.

Masyarakat pun dituntut untuk pandai mengatur keuangannya. Sebab, naiknya kebutuhan pokok tidak diikuti dengan naiknya upah.

Ada baiknya mulai sekarang masyarakat harus mempertimbangkan untuk melakukan penghematan pengeluaran dengan manajemen yang baik. Berikut beberapa caranya:

Utamakan Biaya Makanan

Makan tentunya sudah menjadi kebutuhan pokok manusia, karena itulah alangkah baiknya untuk mengutamakan pengeluaran di makanan. Buatlah rencana belanja makanan, belanja bahan makanan cukup satu minggu sekali dan tetapkan target anggaran pengeluaran yang tidak boleh dilampaui.

Jika Merayakan Ulang Tahun, Buatlah Sederhana

Ada kalanya disaat sulit seperti, anggota keluarga seperti anak atau pasangan yang berulang tahun meminta untuk dirayakan. Tidak perlu khawatir, untuk menghadapi hal tersebut cobalah membuat kenangan yang berkesan namun tetap tanpa biaya atau sekalipun perlu biaya tetapi dengan biaya murah, misalnya dengan menghabiskan waktu seharian di pantai atau mengadakan acara menginap sambil makan kue.

Tidak Perlu Malu Menggunakan Barang Bekas

Ini sangat penting, sebab kebanyakan orang cenderung mengutamakan gengsi hingga seringkali membeli barang-barang baru yang bermerek. Disaat segala kebutuhan naik seperti ini, sebaiknya cobalah untuk menggunakan barang-barang bekas. Tentunya, harga dari barang bekas tersebut bisa jauh lebih murah dibandingkan dengan barang baru, biasanya dapat ditemui di situs-situs e-commerce.

Cari Alternatif Liburan Lebih Hemat

Liburan dan hiburan adalah dua momok menakutkan yang dapat menghabiskan anggaran biaya yang cukup besar, karena itulah penting untuk mencari alternative liburan yang lebih hemat. Cobalah untuk mengganti rencana liburan untuk menonton bioskop atau taman hiburan menjadi bersepeda bersama atau mengunjungi museum di hari tanpa tiket atau pilihlah museum dengan tiket termurah.

Batasi Pengeluaran Rumah

Pengeluaran di rumah adalah pengeluaran paling terbesar yang bisa saja menghabiskan penghasilan terutama untuk merawat peralatan-peralatan rumah. Hal yang dapat dilakukan misalnya bisa dengan menghemat listrik agar tagihan tidak membengkak seperti mematikan AC ketika tidak digunakan atau justru beralih menggunakan kipas angin.

Beberapa cara di atas dapat digunakan untuk menekan pengeluaran bulanan karena kenaikan harga BBM yang berefek pada naiknya hamper seluruh kebutuhan harian.

BISNIS
Dekati Kawasan Hunian, COURTS Buka Gerai One-Stop Shopping di Bintaro Xchange

Dekati Kawasan Hunian, COURTS Buka Gerai One-Stop Shopping di Bintaro Xchange

Sabtu, 24 Januari 2026 | 23:40

Warga urban Jakarta dan sekitarnya tidak lagi harus menembus macet menuju pusat kota, untuk belanja kebutuhan perlengkapan rumah tangga.

BANDARA
Komisi VII DPR RI Tegur Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Soal Banjir hingga Delay

Komisi VII DPR RI Tegur Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Soal Banjir hingga Delay

Jumat, 16 Januari 2026 | 22:13

Komisi VII DPR RI memberikan teguran terkait masalah banjir, kemacetan hingga delay penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang. Masalah klasik ini dinilai dapat menghambat kemajuan pariwisata Indonesia.

OPINI
Perayaan Imlek di Masjid Istiqlal, Sinkretisme Agama yang Dilarang Islam

Perayaan Imlek di Masjid Istiqlal, Sinkretisme Agama yang Dilarang Islam

Senin, 26 Januari 2026 | 18:51

Suatu ketika kafir Quraish menawarkan kepada Rasulullah Muhammad saw agar Rasulillah Muhammad saw berkenan untuk menyembah sesembahan mereka sehingga merekapun berkenan menyembah Allah Swt, secara bergantian.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill