Connect With Us

Gegara Tragedi Kanjuruhan, Siap-siap Indonesia Gagal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 2 Oktober 2022 | 21:11

Kericuhan supporter sepakbola usai pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu 1 Oktober 2022, malam, berakhir tragis. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Tragedi kericuhan suporter sepak bola di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, yang menewaskan ratusan orang dapat berimbas pada batalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.

Jumlah korban jiwa yang mencapai 127 merupakan kasus terkelam sepak bola Indonesia, bahkan dunia. Sanki dari Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) pun menanti.

Hal itu dikatakan Koordinator Save Our Soccer Akmal Maharli, seperti dilansir dari Media Indonesia, Minggu 2 Oktober 2022.

Ia membandingkan dengan dua tragedi besar sepak bola dunia yakni tragedi Hillsborough dan tragedi Heysel. Namun menurutnya, kedua tragedi tersebut masih kalah mengerikan dibanding di Kanjuruhan, yang korbannya lebih dari 100 jiwa.

Tragedi Heysel saat laga final Piala Champions 1985, menyebabkan 39 orang tewas. Kala itu mempertemukan antara Liverpool FC dan Juventus di Stadion Heysel, Belgia.

Sementara tragedi Hillsborough Inggris pada 15 April 1989, korbannya mencapai 96 orang meninggal dunia, hingga membuat tragedi ini terkenal di seantero dunia.

Baca Juga:

Suporter Bola Tewas Bertambah Jadi 130 Orang, Ini Penyebab Utama Kematian

Jika melihat dari tragedi Heysel, saat itu Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) menghukum Federasi Sepak Bola Inggris (FA), dengan melarang klub-klub Liga Inggris mengikuti kompetisi sepak bola di seluruh Benua Eropa.

"Ini berkaca dari tragedi Heysel saat sanksi diberikan ke klub Liga Inggris. Tentunya kabar ini sudah beredar luas dan bisa saja Indonesia gagal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20," katanya.

Ia menilai, Indonesia akan dianggap FIFA tidak siap dalam menggelar pertandingan terutama dari sisi keamanan. "Pemerintah harus menyatakan berkabung nasional untuk kemanusiaan," ucap Akmal.

Selain itu, aksi yang dilakukan para pendukung Arema FC tersebut juga merupakan fanatisme buta. Padahal, suporter lawan yakni Persebaya, tidak ada satupun yang hadir menyaksikan laga tersebut karena dilarang pihak Kepolisian. Namun kericuhan tetap saja terjadi.

"In fanatisme buta yang mengalahkan logika. Ini menjadi dosa semua elemen, termasuk PSSI, PT LIB (operator liga PT Liga Indonesia Baru), panpel dan juga kepolisian. Semua harus dievaluasi," ungkap Akmal.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

WISATA
Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:15

Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.

KAB. TANGERANG
15 Tahun Tak Tertangani, Bupati Tangerang Janji Tuntaskan Banjir di Perumahan Taman Walet

15 Tahun Tak Tertangani, Bupati Tangerang Janji Tuntaskan Banjir di Perumahan Taman Walet

Senin, 19 Oktober 2026 | 20:40

Persoalan banjir yang membayangi warga Perumahan Taman Walet, Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang selama belasan tahun akhirnya mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah setempat,

SPORT
Bukan Tuan Rumah, 3 Venue di Kota Tangerang Dipakai PORPROV VII Banten 2026

Bukan Tuan Rumah, 3 Venue di Kota Tangerang Dipakai PORPROV VII Banten 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 | 19:47

Tiga sarana olahraga milik Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang resmi ditunjuk sebagai lokasi pertandingan untuk tiga cabang olahraga (cabor) dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VII Banten 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill