Tim SAR Cek Benda Mirip Kapal Terbalik Dekat Anak Krakatau, Hasilnya Nihil
Kamis, 17 September 2026 | 09:59
Video benda yang tampak seperti kapal terbalik di sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK) beredar di media sosial.
TANGERANGNEWS.com-Peristiwa tawuran tengah marak terjadi di Tangerang sampai menimbulkan korban luka maupun jiwa. Hal ini tentunya meresahkan masyarakat, khususnya para orangtua.
Menurut data yang dihimpun TangerangNews, sejak awal hingga akhir bulan Oktober 2022 saja ada sekitar 11 kasus tawuran yang telah terjadi, maupun digagalkan Kepolisian di Tangerang.
Menyikapi kecenderungan tawuran yang melanda anak usia pelajar perlu kerjasama dari berbagai pihak. Tidak hanya pihak aparat keamanan, orangtua pun memiliki peranan penting sebagai pihak paling terdekat dari anak untuk memastikannya terlindungi dari bahaya tawuran.
Meski telah banyak dilakukan edukasi oleh pihak luar seperti Kepolisian yang mengunjungi tiap sekolah, nampaknya belum menyurutkan aktivitas tawuran para pelajar, sehingga di sinilah peran orangtua sebagai elemen pendukung menjadi penting.
Melansir dari theasianparent.com, Kamis, 3 November 2022, berikut upaya untuk mencegah anak agar tidak terlibat dalam tawuran:
Perhatikan Setiap Kegiatannya
Perhatikan kegiatannya sebelum ataupun bahkan setelah pulang sekolah. Perhatikan peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitar yang berpotensi ditiru anak lantaran salah satu penyebab mereka terlibat tawuran karena meniru, bisa dari pengaruh tontonan, bacaan, ataupun gim yang dimainkannya.
Kenali Teman-teman Dekatnya
Efek dari pergaulan yang salah sangat berpengaruh pada anak yang terlibat tawuran. Karena itu, orangtua perlu mengetahui dengan siapa anak biasa bergaul, terutama saat di sekolah. Dengan mengenal mereka, orang tua bisa mencegah kemungkinan pengaruh buruk yang bisa ditularkan.
Arahkan ke Kegiatan Positif
Usia remaja umumnya sedang dalam masa yang aktif dan penuh semangat. Jika energi tersebut tidak diarahkan dengan benar, bisa merujuk pada terjerumusnya anak ke kegiatan semacam tawuran. Peran orangtua harus mengenali apa yang menjadi kesenangan anak, pahami dan salurkan energi tersebut ke kegiatan positif sesuai hobi atau kegemaran anak.
Berkomunikasi dengan Pihak Sekolah Tentang Perkembangan Belajarnya
Meski telah memasuki sekolah, bukan berarti tanggung jawab orangtua terhadap pendidikan anaknya akan lepas begitu saja. Orangtua pun perlu tahu seperti apa perkembangan anaknya ketika berada di sekolah, seperti perkembangan belajarnya, perilakunya, dan bagaimana interaksi dengan teman-temannya di sekolah.
Hal tersebut dapat dikoordinasikan dengan pihak sekolah, lebih tepatnya kepada wali murid dari si anak. Selain itu, bangun kedekatan bersama anak dengan dengan menawarkan menjemput anak setiap pulang sekolah. Beri pengertian kepada anak untuk selalu meminta izin saat pulang terlambat dan memberi tahu ke mana ia akan pergi dan dengan siapa ia pergi.
Meski terlihat posesif, beberapa cara tersbut dapat membantu untuk upaya mencegah anak terlibat tawuran yang hanya menimbulkan kerugian.
Video benda yang tampak seperti kapal terbalik di sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK) beredar di media sosial.
TODAY TAGPLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.
Kebakaran hebat puluhan gudang di Pergudangan Kosambi Permai, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, menyebabkan kepulan asap hitam pekat, pada Rabu 16 September 2026, pukul 12.55 WIB.
Paramount Land kembali menambah pilihan area komersial dengan menghadirkan Grand Boulevard Aniva ‘The Ultimate Grande Concept’, kawasan terbaru di Aniva @ Paramount Gading Serpong yang menawarkan lebih dari 10 fitur istimewa.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews